Viral Mobil Terobos Palang Pintu Kereta Api di Semarang, Nyaris Tersambar KA Anggrek

rctiplus.com
8 jam lalu
Cover Berita
Viral Mobil Terobos Palang Pintu Kereta Api di Semarang, Nyaris Tersambar KA AnggrekNasional | inews | Senin, 15 Juni 2026 - 15:20Dengarkan Berita

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS pada akhir perdagangan, Senin (15/6/2026). Rupiah naik 151 poin atau sekitar 0,85 persen ke level Rp17.708 per dolar AS.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen datang dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan wakil menteri luar negeri Iran mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dan melanjutkan lalu lintas melalui Selat Hormuz.

“AS dan Iran akan menandatangani nota kesepahaman di Swiss pada hari Jumat, kata perdana menteri Pakistan, yang negaranya telah bertindak sebagai mediator. Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Selat Hormuz akan dibuka ‘bebas biaya’ dan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran juga akan berakhir,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Baca Juga:Ajukan Uji Materiil UU Kesehatan, Dharma Pongrekun Khawatir Negara Pidanakan Orang yang Tolak Vaksin

Kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, mengatakan bahwa draf kesepakatan tersebut menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari di bawah pengaturan Iran. Dunia telah kehilangan jutaan barel pasokan minyak dan gas sejak perang menutup Selat Hormuz, titik penting bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, selama lebih dari tiga bulan.

Investor juga mengamati dengan hati-hati seberapa cepat produsen Timur Tengah dapat melanjutkan produksi dan ekspor minyak setelah kerusakan akibat perang dan apakah lebih banyak kapal akan memasuki wilayah tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi menyebut, kesepakatan yang lebih luas akan dinegosiasikan selama periode gencatan senjata 60 hari.

Negara-negara E4, yang meliputi Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia, mengatakan pada hari Minggu bahwa negara-negara tersebut siap untuk mencabut sanksi terhadap Iran sebagai tanggapan atas langkah-langkah terkait program nuklirnya.

Minggu ini, perhatian pasar akan tertuju pada pengumuman kebijakan terbaru dari beberapa Bank Sentral dengan fokus utama keputusan kebijakan moneter The Fed, yang pertama dipimpin oleh Ketua barunya Kevin Warsh. Bank sentral seperti Reserve Bank of Australia (RBA) dan European Central Bank (ECB) telah menaikkan suku bunga masing-masing sebesar 75 dan 25 basis poin selama tahun ini. 

Baca Juga:Disanksi Buntut Main Gim saat Rapat, Anggota DPRD Jember Syahri: Saya Menyesal

Namun, penyelesaian konflik yang cepat mungkin mencegah bank sentral lain, seperti Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), Bank of England (BoE), dan Federal Reserve (Fed), untuk memperketat kebijakan.

Dari sentimen domestik, turunnya harga minyak mentah dunia di bawah 80 dolar AS per barel akan menjadi faktor positif bago domestik karena diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap defisit APBN, membuat pememerinta senang dan ketegangan berubah menjadi kegembiraan.

Selain itu, pasar juga mencermati potensi efisiensi Anggraran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penurunan target pembangunan Koperasi Desa Merah putih sebesar 50 persen.

Dengan kondisi global yang kembali stabil, masyarakat berbondong-bondong menjual valuta asingnya sesuai dengan instruksi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengimbau masyarakat yang menyimpan dolar AS agar segera menjual atau menukarkannya menjadi rupiah.

Langkah ini diharapkan dapat membantu menstabilkan nilai tukar rupiah yang sebelumnya sempat menyentuh rekor terendah di kisaran Rp18.200 per dolar AS. Langkah tersebut tepat dilakukan karena pemerintah tengah menyiapkan sejumlah strategi khusus untuk menguatkan rupiah.

Baca Juga:Gempa Hari Ini Magnitudo 4,3 Guncang Kuta Selatan Bali

Fokus beralih ke pertemuan kebijakan Bank Indonesia akhir pekan ini, BI telah mengambil langkah pengetatan lanjutan pada 9 Juni 2026 dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen, menjadikan total kenaikan sejak Mei mencapai 75 bps. Langkah pre-emptive ini dioptimalkan untuk melindungi nilai tukar rupiah dari gejolak global dan menahan keluarnya arus modal asing (capital outflow).

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup menguat dalam rentang Rp17.650-Rp18.700 per dolar AS.

#jateng

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sumut perkuat posisi Danau Toba selaku destinasi wisata olahraga dunia
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Mantan Pacar Anak Diduga Otak Percobaan Penculikan Lansia 70 Tahun di PIK
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Manuel Neuer Cetak Dua Rekor di Piala Dunia 2026
• 14 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Real Madrid Sepakat Gaet Marc Cucurella dari Chelsea, Tikung Barcelona dan Atletico
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Kakek di PIK Mau Diculik gegara Tak Restui Hubungan Pelaku dan Anaknya
• 5 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.