VIVA – Timnas Indonesia terus memanen potensi pemain diaspora yang berkarier di Eropa. Di tengah maraknya proses naturalisasi sejumlah pemain keturunan, ada satu nama yang justru berpotensi memperkuat skuad Garuda tanpa harus melewati prosedur tersebut. Sosok itu adalah Amar Brkic, pemain muda yang saat ini menimba ilmu di akademi klub Jerman, SV Darmstadt 98.
Nama Amar Brkic kembali mencuat dalam perbincangan pencinta sepak bola nasional. Pemain kelahiran Frankfurt, Jerman, itu dinilai memiliki prospek cerah untuk memperkuat Timnas Indonesia pada masa mendatang, khususnya di sektor bek kiri.
Berbeda dengan banyak pemain diaspora lainnya, Amar memiliki keuntungan besar dari sisi administrasi. Ia telah berstatus Warga Negara Indonesia sejak lahir sehingga tidak memerlukan proses naturalisasi yang kerap memakan waktu panjang.
Situasi tersebut tentu menjadi kabar baik bagi PSSI. Sebab, apabila dibutuhkan sewaktu-waktu, proses pemanggilan Amar ke tim nasional diyakini dapat berlangsung lebih cepat dibanding pemain yang masih harus menyelesaikan perpindahan kewarganegaraan.
Ayah Amar, Moamer Brkic, sebelumnya pernah menjelaskan bahwa putranya tidak perlu menjalani proses naturalisasi. Keluarga hanya perlu mengurus administrasi seperti perpanjangan paspor Indonesia agar seluruh dokumen tetap aktif.
Di era sepak bola modern, faktor administrasi kerap menjadi tantangan tersendiri dalam perekrutan pemain diaspora. Karena itu, status kewarganegaraan Amar menjadi nilai tambah yang cukup penting bagi masa depan Timnas Indonesia.
Amar sejatinya bukan wajah baru bagi sepak bola Indonesia. Ia pernah memperkuat Timnas Indonesia kelompok usia dan sempat menarik perhatian berkat kemampuannya bermain di beberapa posisi sekaligus.
- PSSI
Pemain berkaki kiri tersebut dapat beroperasi sebagai bek kiri, wingback kiri, hingga pemain sayap jika dibutuhkan. Fleksibilitas semacam ini menjadi kualitas yang semakin dicari dalam sepak bola modern, di mana pemain dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai skema permainan.
Selain memiliki kecepatan yang baik, Amar juga dikenal cukup nyaman saat membantu serangan dari sisi sayap. Kemampuan mengirim umpan silang serta membaca permainan menjadi salah satu kelebihan yang membuatnya dinilai cocok dengan kebutuhan Timnas Indonesia saat ini.





