HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Suasana perawatan di Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudirohusodo mendadak mencekam setelah seorang pasien menjadi korban penikaman oleh sesama pasien yang dirawat dalam ruangan yang sama. Peristiwa berdarah itu terjadi di Gedung Infection Centre lantai 2 RS Wahidin Sudirohusodo, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 19.00 Wita.
Korban diketahui bernama Junaidi (55). Ia mengalami luka robek pada bagian tangan kanan setelah diserang menggunakan sebilah badik oleh pasien lain berinisial NS (44).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat kejadian korban tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit tersebut. Tanpa diduga, pelaku yang juga merupakan pasien dan menempati kamar perawatan yang sama mendekati korban sambil membawa senjata tajam jenis badik.
Sebelum melakukan penyerangan, pelaku dilaporkan sempat berjalan mondar-mandir di dalam ruang perawatan sambil menggenggam senjata tajam. Aksi tersebut sempat disaksikan sejumlah pasien maupun keluarga pasien yang berada di dalam ruangan.
Tak lama kemudian, pelaku menghampiri tempat tidur korban dan sempat mengajaknya berbicara. Namun situasi mendadak berubah ketika pelaku menghunus badik yang dibawanya lalu menyerang korban secara tiba-tiba.
Korban yang berusaha menghindari serangan tersebut mengalami luka sabetan pada tangan kanan. Beruntung serangan tidak mengenai bagian tubuh vital sehingga nyawa korban berhasil diselamatkan.
Peristiwa itu sontak membuat suasana ruang perawatan panik. Pasien, keluarga pasien, serta petugas medis yang berada di lokasi berhamburan menyelamatkan diri setelah melihat aksi penyerangan tersebut.
Istri korban, Darmawati, yang saat itu sedang menjaga suaminya di ruang perawatan mengaku terkejut melihat tindakan pelaku. Menurutnya, sebelum kejadian, pelaku hanya terlihat berjalan mondar-mandir di dalam ruangan.
“Saya tidak menyangka tiba-tiba pelaku menyerang suami saya. Sebelumnya hanya terlihat berjalan-jalan di dalam kamar,” ungkap Darmawati.
Keributan yang terjadi langsung menarik perhatian petugas keamanan rumah sakit. Salah seorang petugas keamanan segera menuju lokasi setelah menerima laporan adanya penyerangan.
Saat tiba di lantai dua gedung rumah sakit, petugas mendapati pelaku masih berada di sekitar ruang perawatan sambil memegang badik. Upaya pengamanan pun dilakukan hingga terjadi pengejaran menuju lantai satu gedung rumah sakit.
Beruntung pelaku berhasil diamankan sebelum melarikan diri lebih jauh. Senjata tajam yang digunakan untuk menyerang korban juga berhasil disita petugas keamanan.
Kapolsek Tamalanrea, Kompol Mustari Alam, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, baik korban maupun pelaku saat ini masih menjalani perawatan medis.
“Pelaku masih dirawat di ICU. Yang bersangkutan mengidap penyakit ginjal dan rutin menjalani cuci darah,” ujar Mustari saat dikonfirmasi, Minggu (14/6/2026).
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga pelaku mengalami tekanan psikologis akibat penyakit yang dideritanya. Meski demikian, motif pasti penyerangan masih terus didalami penyidik.
“Motifnya belum ditemukan. Namun kemungkinan pelaku mengalami stres karena penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh. Ini masih kami dalami,” jelasnya.
Usai menerima laporan kejadian, personel kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan barang bukti berupa senjata tajam.
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mendalami kondisi kejiwaan pelaku dan kronologi lengkap peristiwa yang menghebohkan lingkungan rumah sakit tersebut.





