Mahasiswa ITB Perkenalkan Helm Pintar Pendeteksi Microsleep

medcom.id
4 jam lalu
Cover Berita
Bandung: Tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam tim iConic berhasil meraih prestasi nasional dalam ajang Smart Safety Competition (SASECOM) 2026 yang diselenggarakan OSH Forum Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM Undip).
 
Prestasi tersebut diraih berkat inovasi bernama SADAR Helmet, sebuah helm cerdas berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mendeteksi kondisi microsleep pada pengendara sepeda motor secara real-time. Sistem ini memberikan peringatan preventif melalui getaran, suara, dan notifikasi digital guna membantu mencegah potensi kecelakaan lalu lintas.
 
SASECOM 2026 sendiri terdiri dari dua tahapan seleksi, yakni penilaian karya tulis ilmiah dan presentasi melalui sesi pitch deck secara daring.

SADAR Helmet dikembangkan sebagai respons terhadap tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang dipicu oleh kelelahan dan microsleep saat berkendara. Menurut tim pengembang, masih banyak kecelakaan fatal yang terjadi karena pengendara kehilangan kesadaran selama beberapa detik tanpa disadari. Baca Juga:
Pemutihan Pajak Kendaraan Dinilai Ringankan Beban Warga
Selain itu, sebagian besar teknologi keselamatan berkendara yang tersedia saat ini dinilai masih bersifat reaktif, yaitu bekerja setelah kecelakaan terjadi, bukan mencegahnya sejak awal.
 
Dalam pengembangannya, SADAR Helmet mengintegrasikan sensor Photoplethysmography (PPG), akselerometer, dan giroskop untuk memantau kondisi fisiologis serta pergerakan kepala pengendara.
 
“Kami memilih topik ini karena microsleep merupakan masalah nyata dan sangat relevan di Indonesia, terutama bagi pengguna sepeda motor yang mendominasi angka kecelakaan nasional. Perkembangan teknologi IoT dan smart mobility juga membuka peluang besar untuk menghadirkan sistem keselamatan yang lebih preventif, murah, dan mudah diimplementasikan,” ujar Anggota Tim iConic, Mahesya, melalui keterangan resminya.
 
Keunggulan utama SADAR Helmet terletak pada pendekatan preventif dan kemampuan deteksi secara real-time. Helm ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pelindung saat kecelakaan, tetapi juga mampu mendeteksi kondisi pramicrosleep sebelum insiden terjadi.
 
Untuk meningkatkan akurasi, sistem memanfaatkan kombinasi multisensor yang dapat dipasang secara retrofit pada helm standar SNI tanpa mengubah struktur helm. Pendekatan tersebut juga diklaim memiliki biaya implementasi yang lebih terjangkau dibandingkan sistem berbasis kamera maupun electroencephalography (EEG). Baca Juga:
Cek Harga Mobil LCGC Paling Murah per Juni 2026
Teknologi yang digunakan meliputi IoT untuk komunikasi dan pemantauan data, sensor PPG untuk membaca detak jantung serta Heart Rate Variability (HRV), dan sensor gerak berupa akselerometer serta giroskop. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan machine learning dan sensor fusion untuk mengklasifikasikan tingkat kantuk pengendara.
 
Dari sisi keselamatan kerja, tim menerapkan sejumlah pendekatan analitis seperti Heinrich’s Accident Triangle, Domino Theory, Swiss Cheese Model, serta Hierarchy of Controls yang mengacu pada standar NIOSH dan ISO 45001.
 
“Prosesnya memakan banyak waktu karena kami benar-benar melakukan brainstorming berhari-hari untuk mendapatkan ide SADAR Helmet. Kebetulan kami juga sedang mengambil mata kuliah Pengembangan Produk dan Bisnis, sementara K3 menjadi salah satu objek kajian di Teknik Industri,” kata Anggota Tim iConic, Rizky.
 
Selama mengikuti kompetisi, tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah keterbatasan waktu persiapan. Mereka harus menyusun karya tulis ilmiah, merancang prototipe menggunakan perangkat lunak SolidWorks dan AutoCAD, serta melakukan validasi aspek keselamatan berdasarkan berbagai jurnal ilmiah yang relevan.
 
Di tengah kesibukan akademik, anggota tim membagi waktu dengan menjadwalkan sesi kerja kelompok setelah jam perkuliahan untuk memastikan seluruh tahapan kompetisi dapat diselesaikan dengan baik. Baca Juga:
Unik, Suzuki S-Presso Tampil 'Girly'
Ke depan, tim iConic berharap SADAR Helmet dapat berkembang menjadi solusi keselamatan berkendara yang mampu membantu menekan angka kecelakaan akibat microsleep di Indonesia. Pengembangan lanjutan yang direncanakan mencakup integrasi aplikasi mobile, GPS tracking, cloud monitoring, hingga analisis berbasis kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan akurasi deteksi kantuk.
 
Selain itu, tim juga membuka peluang kolaborasi dengan industri helm, sektor otomotif, maupun pemerintah agar inovasi tersebut dapat diproduksi secara massal dan dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat.
 
“Kami belajar bahwa keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya berasal dari ide yang bagus, tetapi juga dari proses riset yang kuat, kerja sama tim, komunikasi yang baik, dan kemampuan memahami permasalahan nyata di masyarakat,” ujar Yasser.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenhub Pantau 1,7 Juta Perjalanan Bus AKAP, 50 Persen Terindikasi Langgar Administratif
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
KEK Gresik Serap Investasi Rp113,4 Triliun dan Puluhan Ribu Tenaga Kerja, Pemerintah Siapkan Perluasan Kawasan
• 21 jam lalupantau.com
thumb
1.015 Pelari dari 34 Negara Ikuti Trail of The Kings by UTMB 2026, Danau Toba Kian Mendunia
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
BPBD Magetan catat ratusan pendaki mulai datangi Gunung Lawu
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Iran Murka Israel Gempur Lebanon: Negosiasi dengan AS Tak Ada Gunanya
• 22 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.