JAKARTA, KOMPAS.TV — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali memperbarui informasi prakiraan cuaca penerbangan terkait potensi sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Indonesia.
Prakiraan terbaru ini berlaku untuk periode tujuh hari ke depan, mulai 16 Juni 2026 hingga 22 Juni 2026.
Produk informasi yang berbasis pada model cuaca numerik ini digunakan untuk memetakan sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus yang dapat memengaruhi kondisi atmosfer dan keselamatan penerbangan.
Baca Juga: Potensi Awan Cumulonimbus 15-21 Juni 2026, BMKG Petakan Tiga Wilayah dengan Cakupan Tertinggi
Dalam laporan berkala ini, BMKG mengelompokkan tingkat cakupan spasial maksimum awan Cumulonimbus ke dalam tiga kategori utama.
Ketiga kategori tersebut adalah Isolated CB (ISOL) untuk cakupan area kurang dari 50 persen, Occasional CB (OCNL) untuk cakupan berkisar antara 50 hingga 75 persen, serta Frequent CB (FRQ) jika persentase cakupan spasialnya melebihi 75 persen.
Berdasarkan data pemodelan terbaru untuk periode 16–22 Juni 2026, terdapat empat wilayah perairan yang masuk dalam kategori cakupan tertinggi atau Frequent (FRQ), yaitu:
- Laut Banda
- Samudra Hindia barat Aceh
- Samudra Hindia barat Lampung
- Selat Malaka bagian utara
Sementara itu, untuk kategori cakupan spasial sedang atau Occasional (OCNL) dengan kepadatan 50 hingga 75 persen, potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus diprediksi tersebar di berbagai wilayah daratan maupun perairan Indonesia.
Berikut adalah rincian lengkap wilayah yang berada dalam kategori cakupan spasial maksimum 50–75 persen (OCNL):
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Besok Senin 15 Juni 2026: Awal Pekan, Tiga Provinsi Masuk Siaga Hujan Lebat
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : bmkg.go.id
- BMKG
- awan Cumulonimbus
- prakiraan cuaca
- cuaca penerbangan
- info BMKG
- potensi awan Cb





