Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menilai berakhirnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat menjadi momentum yang sangat baik bagi iklim investasi di Indonesia.
Saat ditemui di Kantor Presiden, Senin (15/6/2026), Rosan menyatakan bahwa meredanya ketegangan geopolitik global berpotensi meningkatkan kepercayaan investor terhadap negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
"Ini tentunya momentum sangat baik," kata Rosan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata dengan Iran yang sekaligus membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz tanpa pungutan biaya. Kesepakatan tersebut disebut akan mengakhiri permusuhan antara kedua negara dan berpotensi menstabilkan kembali pasokan energi global.
Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah rampung.
Dia juga mengumumkan pencabutan blokade Angkatan Laut AS dan pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia.
Baca Juga
- Iran-AS Damai, Rupiah Full Senyum Ditutup Level Rp17.708 per Dolar AS
- AS dan Iran Damai, Harga Emas Melejit, Harga Minyak Menukik
- Damai AS-Iran Jadi Angin Segar IHSG, Saham Konglomerat Bersiap Rally
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya dan secara bersamaan mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir," katanya Senin (15/6/2026)
Trump menilai kesepakatan tersebut akan membawa perdamaian dan keamanan bagi kawasan Timur Tengah. Dia juga mengisyaratkan akan ada perjanjian damai yang lebih luas dengan Iran dalam waktu mendatang.
“Selamat kepada semua pihak," tandas Trump




