Pakuwon Jati (PWON) Tebar Dividen Rp 626 M, Angkat Komisaris Independen Baru

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp 626,07 miliar kepada pemegang saham dari laba bersih Tahun Buku 2025. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PWON yang digelar di Surabaya pada Kamis (11/6) lalu.

Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih perseroan 2025 sebesar Rp 2,346 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp13 per saham atau total Rp 626 miliar dialokasikan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham.

Selain pembagian dividen, PWON juga menetapkan penyisihan dana cadangan sebesar Rp 1 miliar sesuai ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Sementara sisa laba bersih setelah pembagian dividen dan dana cadangan akan dicatat sebagai laba ditahan perseroan.

“Perseroan telah memperoleh laba bersih sebesar Rp 2.346.120.291.000 untuk dipergunakan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar Rp 13 per saham atau total seluruhnya sebesar Rp 626.074.831.200,” bunyi keputusan RUPST PWON terkait penggunaan laba bersih Tahun Buku 2025.

Keputusan pembagian dividen tersebut mendapat persetujuan mayoritas pemegang saham. Dalam agenda penetapan penggunaan laba bersih, sebanyak 99,17% suara menyatakan setuju, dengan tingkat persetujuan efektif mencapai 99,89% setelah memperhitungkan suara abstain.

Selain membahas kinerja keuangan dan pembagian laba, RUPST juga mengesahkan laporan tahunan, laporan keuangan, serta laporan pertanggungjawaban Direksi dan pengawasan Dewan Komisaris PWON untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Pemegang saham juga memberikan pembebasan dan pelepasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada jajaran direksi dan dewan komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan sepanjang tahun buku tersebut.

Selanjutnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari yang sama, PWON melakukan perubahan struktur pengurus perseroan. Rapat menerima pengunduran diri Irene Tedja dari posisi komisaris perseroan dan memberikan pembebasan serta pelepasan tanggung jawab atas tindakan pengawasan yang telah dilakukan.

Sebagai pengganti, pemegang saham menyetujui pengangkatan Sudiman Sidabukke sebagai komisaris independen perseroan. Dengan perubahan tersebut, susunan Dewan Komisaris dan Direksi PWON akan berlaku hingga penutupan RUPS 2028.

Susunan Dewan Komisaris PWON kini terdiri atas Alexander Tedja sebagai presiden komisaris, Richard Adisastra sebagai komisaris, serta Dyah Pradnyaparamita Duarsa dan Sudiman Sidabukke sebagai komisaris independen. Sementara jajaran direksi tetap dipimpin Alexander Stefanus Ridwan Suhendra sebagai presiden direktur, bersama Wong Boon Siew Ivy, Lusiana, Sutandi Purnomosidi, Lauw Syane Wahyuni Loekito, dan Minarto sebagai direktur perseroan.

Perubahan struktur pengurus tersebut disetujui oleh mayoritas pemegang saham dalam RUPSLB. Agenda perubahan susunan pengurus memperoleh 96,93% suara setuju, dengan total persetujuan mencapai 97,25% setelah memperhitungkan suara abstain.

Selain perubahan manajemen, RUPSLB juga menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar PWON mengenai maksud, tujuan, dan kegiatan usaha perseroan. Penyesuaian tersebut dilakukan terkait penambahan dan penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025.

RUPSLB memberikan kewenangan kepada direksi untuk melakukan penyesuaian kode maupun uraian KBLI sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk mengikuti pembaruan versi KBLI di masa mendatang tanpa memerlukan persetujuan RUPS kembali.

Adapun RUPST PWON dihadiri oleh pemegang saham atau kuasanya yang mewakili 40,72 miliar saham atau 84,55% dari total saham dengan hak suara yang sah sebanyak 48,16 miliar saham. Sementara RUPSLB dihadiri oleh 40,68 miliar saham atau 84,47% dari total saham dengan hak suara perseroan.

Dengan keputusan pembagian dividen, pengesahan kinerja keuangan, serta penyegaran struktur komisaris, PWON menegaskan langkah perseroan menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dari kinerja Tahun Buku 2025.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Efisiensi Anggaran, BGN Bakal Pangkas 8 Juta Penerima MBG Tahun Depan
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Purwakarta Geger! Pejabat BKAD Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumah
• 40 menit lalurctiplus.com
thumb
Cara Licik Mulyono Lakukan Mark Up Motor Listrik Proyek MBG Padahal Enggak Punya Dealer
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Imam Masjid dari Berbagai Negara Akan Kumpul di Indonesia, Sulsel Jadi Penggerak Konsolidasi Global
• 3 jam lalutribuntimur.com
thumb
Kebutuhan Zat Besi Anak Berdasarkan Usia
• 30 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.