Jakarta: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI menyambut baik laporan tentang kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran yang telah disepakati pada hari Minggu kemarin.
Kesepakatan itu, yang akan ditandatangani secara resmi di Jenewa pada Jumat mendatang, dipandang sebagai perkembangan positif menuju penyelesaian konflik secara damai dan memajukan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan.
“Kami memuji upaya semua pihak dan mediator yang telah berkontribusi secara konstruktif dalam memfasilitasi dialog dan mendorong penyelesaian perbedaan secara damai,” ujar Kemlu RI dalam keterangan di media sosial X, Senin, 15 Juni 2026.
Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk terus menahan diri, menjunjung tinggi komitmen mereka, dan terlibat secara konstruktif dalam dialog untuk mempertahankan momentum menuju de-eskalasi.
Selain itu, Indonesia juga menantikan implementasi kesepakatan dan menegaskan kembali kesiapan mendukung upaya yang bertujuan untuk mempromosikan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan, sesuai dengan hukum internasional dan tujuan serta prinsip-prinsip Piagam PBB.
Sebelumnya pada akhir pekan kemarin, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pihaknya telah menyepakati Nota Kesepahaman (MoU) dengan Iran. Beberapa pejabat Teheran telah mengonfirmasi hal ini, dan Pakistan sebagai mediator juga menyatakan hal serupa.
Penandatanganan resmi MoU, yang mencakup gencatan senjata serta pembukaan kembali Selat Hormuz, akan dilakukan di Jenewa pada Jumat, 19 Juni 2026. Wakil Presiden AS JD Vance dijadwalkan hadir dalam penandatanganan tersebut.
Baca juga: Wapres AS Berencana Hadiri Penandatanganan Gencatan dengan Iran di Jenewa




