Grid.ID - Belum lama ini, pihak Sarwendah mengirimkan surat dan ingin bertemu dengan Ruben Onsu. Sedangkan, kuasa hukum sang presenter menegaskan soal nafkah hingga gana-gini.
Belum lama ini, diketahui Sarwendah mengirimkan surat ke pihak mantan suaminya. Dalam surat itu, terdapat ajakan ingin bertemu. Kuasa hukum Ruben pun menegaskan soal nafkah dan gana-gini.
Ibu 2 orang anak itu diketahui memberikan surat untuk membuka ruang diskusi. Hal itu terkait dengan polemik mengenai nafkah dan juga anak-anak mereka.
Ruben Onsu yang mendengar hal itu pun besyukur. Dirinya berharap agar permasalahan ini segera selesai.
"Alhamdulillah saya senang adanya bisa berdiskusi ya, mudah-mudahan ada titik terangnya," ungkapnya.
Dirinya juga menegaskan bahwa diskusi itu hanya akan memperjelas mengenai dirinya yang tidak bisa bertemu dengan anak-anak. Tak hanya itu, ia juga tak ingin pertemuan ini justru akan membahas hal lain.
"Yang diobrolin dan yang diminta ini adalah cuman waktunya anak-anak doang, tapi melebarnya jadi ke mana-mana," ungkapnya lagi.
Mengenai kapan mereka bertemu, Ruben mengaku belum dapat memastikan. Dirinya mengungkap bahwa telah menyerahkan hal itu pada kuasa hukumnya, Minola Sebayang.
Kendati begitu, Ruben juga mengungkap bahwa dirinya masih berkomunikasi dengan anak-anaknya. Namun, presenter kondang ini mengungkap bahwa ia ingin bertemu anak-anaknya.
"Saya sudah diskusi sama Bang Minola, tanggalnya kan Bang Minola bisa saya nggak bisa," ungkapnya.
"Komunikasi masih, masih dibales, cuman memang yang saya inginkan itu adalah bertemu sama anak-anak, hanya saya saja dan anak-anak, saya pengin intimate aja," lanjutnya.
Sedangkan, di sisi lain, Minola Sebayang juga mengungkap pernyataan. Dikutip TribunSeleb pada Senin (15/6/2026), Minola menegaskan bahwa seharusnya pihak Sarwendah memberikan kesempatan Ruben untuk bertemu dengan anak-anaknya terlebih dahulu. Menurutnya, hal ini lebih penting dari apapun.
"Harusnya yang lebih dulu dilakukan itu membiarkan anak-anak bertemu dengan ayahnya," jelasnya.
"Dan merealisasikan yang ada di kesepakatan dua sampai tiga hari dalam satu minggu anak-anak ini berkumpul dengan ayahnya," sambungnya.
Ia juga menegaskan bahwa jika soal nafkah, Ruben terbuka untuk membicarakannya. Namun, ia berharap agar perhitungan biaya nafkah itu dapat dirinci dengan tepat.
Dirinya yakin bahwa sang klien tidak akan keberatan jika mengirim kembali nafkah tersebut. Terlebih jika uang itu untuk anak-anaknya.
"Kalau hal lain masih masuk akal, misalnya nafkahnya jangan ditunda lagi," kata Minola.
"Pasti Ruben akan bilang saya akan berikan, tapi harus hitung secara real rinciannya. Ini namanya kemajuan, bukan kemunduran," sambungnya.
Soal gana-gini dari perceraian Ruben dan Sarwendah, Minola mengatakan bahwa hal ini memang perlu dibicarakan. Namun, harus didiskusikan dengan baik agar tidak merugikan salah satu pihak.
"Juga mengenai harta gana-gini, enaknya seperti apa. Supaya masing-masing pihak tidak dirugikan dalam pembagian gana-gini ini," kata dia.
"Nah ini kemajuan. Artinya masing-masing pihak tidak dirugikan," sambungnya.
Menurutnya lagi, mempertemukan ayah dan anak sebenarnya tidak perlu diskusi yang panjang. Namun, jika hal ini lagi-lagi untuk membicarakan soal anak, kata Minola, hal ini adalah sebuah kemunduran.
"Tapi kalau misalkan kemudian di dalamnya termasuk untuk membicarakan hak Ruben untuk bertemu dengan anak-anaknya, ini kemunduran," jelasnya.
"Janganlah undangan join meeting itu menjadi suatu penghambat Ruben tidak bisa bertemu dengan anak-anaknya," sambung dia. (*)
Artikel Asli



