JAKARTA, KOMPAS.com – Jumlah personel tim medis yang disiagakan pada acara BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026 bertambah sekitar 35 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu.
Penambahan itu dilakukan meski jumlah peserta tahun ini lebih sedikit dibandingkan edisi sebelumnya.
Medical Director BTN JAKIM, dokter Andhika Raspati, mengatakan, peningkatan jumlah personel dilakukan untuk memperkuat layanan kesehatan selama perlombaan.
Baca juga: Medical Director BTN JAKIM Buka Suara soal Pelari Meninggal dan Kesiapan Medis
"Peningkatan ini kami lakukan meski jumlah pelari per harinya (24.000) lebih sedikit dibanding jumlah pelari tahun lalu (33.000)," ujar Andhika dalam keterangan resmi yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Senin (15/6/2026).
Andhika menjelaskan, tim medis BTN JAKIM 2026 beranggotakan 257 personel yang disebar di 10 tenda medis, 21 ambulans, serta 40 titik mobile atau roaming medic di sepanjang rute perlombaan.
Menurut dia, seluruh personel terdiri atas tenaga kesehatan yang kompeten dan berpengalaman, mulai dari dokter spesialis kedokteran olahraga, dokter spesialis anestesi, dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kedokteran Olahraga, dokter umum, fisioterapis, perawat, hingga paramedis terlatih.
Baca juga: Peserta BTN Jakim 2026 Pingsan dan Meninggal, Kenali Tanda Bahaya Saat Maraton
Selain itu, seluruh personel telah mengikuti pelatihan, briefing, serta persiapan operasional sebelum perlombaan berlangsung.
"Rencana kerja kami sudah disetujui oleh Technical Delegate dari Federasi World Athletics," kata Andhika.
Meski jumlah personel ditambah, Andhika mengakui tim medis menghadapi tantangan pada hari kedua penyelenggaraan BTN JAKIM 2026 karena terjadi lonjakan panggilan gawat darurat secara bersamaan di berbagai titik lintasan.
"Pada hari kedua pelaksanaan BTN JAKIM 2026, kami mengalami periode yang cukup panjang di mana terjadi lonjakan panggilan gawat darurat secara bersamaan di berbagai titik rute," ujarnya.
Baca juga: Sekarang Udah Finish Ya Kak, Akun Pelari BTN JAKIM Agus Putranadi Banjir Ucapan Duka
Ia menjelaskan, kondisi tersebut mengharuskan tim medis melakukan koordinasi dan penanganan secara simultan berdasarkan tingkat kegawatdaruratan masing-masing pasien.
Akibatnya, pergerakan personel, termasuk ambulans, membutuhkan waktu lebih lama untuk menjangkau seluruh lokasi yang memerlukan pertolongan.
Dalam pernyataannya, Andhika juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya salah satu peserta BTN JAKIM 2026, Agus Putranadi, sekaligus memohon maaf kepada keluarga korban.
"Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT, serta kerabat yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Mohon maaf atas segala kekurangan kami," ujar Andhika.
Baca juga: Duka di BTN Jakim 2026, Sejumlah Peserta Pingsan dan 1 Meninggal
Ia memastikan panitia akan melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan medis pada penyelenggaraan BTN JAKIM berikutnya.




