Melalui tangan-tangan tangkas para karyawannya, JNE ikut menyambung niat mulia para donatur bencana Sumatra pada akhir 2025 lalu. Dengan program ‘Bergerak Bersama’, semua orang diajak untuk tujuan-tujuan kemanusiaan.
KANTOR Cabang PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE Makassar di Jalan AP Pettarani, hari itu, Sabtu (6/12/2025), tidak sedang ‘memanen cuan’ dari paket-paket yang jumlahnya melonjak cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Tangan-tangan para karyawan dengan cekatan menyortir paket-paket tersebut, mengemas, menimbang dan mengangkutnya ke dalam kendaraan truk.
Paket itu dikirimkan oleh para donatur di sekitar Sulawesi, dengan semangat yang tulus untuk membantu sesama. Menyambung niat-niat mulia itu, JNE kali ini tidak memungut biaya, alias “gratis ongkir”.
Bermacam-macam isi di dalam paket paket tersebut. Ada pakaian, kardus-kardus makanan berisi mi instan, tepung terigu, minyak goreng, perlengkapan bayi hingga obat-obatan. Semuanya dikirim ke daerah sejauh ribuan kilometer dari Makassar, yakni Sumatra. Pulau yang saat itu mengalami bencana dahsyat. Banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyebabkan hingga 1.200 kematian.
Sabtu sore itu, adalah hari ke keenam JNE menggratiskan pengiriman donasi atau bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Sumatra. Jelang hari terakhir, Para karyawan JNE melayani sejumlah paket yang dikirimkan oleh warga Kelurahan Tombolo, Kabupaten Gowa, yang sudah melakukan penggalangan dana sejak empat hari sebelumnya.
“Totalnya waktu itu sekitar satu ton bantuan sandang pangan yang kita berhasil kumpulkan untuk Bencana Sumatra. Sekitar 680 kilogram di antaranya kita kirim lewat JNE. Sampai satu mobil truk jumlah paketnya,” ujar Andi Ahmad Gazali, inisiator gerakan peduli bencana Sumatra saat diwawancarai terkini.id, Senin 15 Juni 2026.
Ahmad Gazali menjabat sebagai Kepala Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu saat aksi pengiriman bantuan akhir tahun 2025 lalu tersebut. Dia mengaku miris melihat kabar-kabar beratnya hidup para penyintas bencana Sumatra yang beredar di media sosial dan telebisi. Karena itu, bersama masyarakat di Tombolo, Ahmad Gazali melakukan penggalangan bantuan.
Informasi kemudian disebar lewat grup-grup whatsapp RT dan RW, ke komunitas-komunitas perumahan, khususnya perumahan elite seperti Citraland Celebes yang berada di wilayah Tombolo, termasuk para pelaku usaha.
“Bencana Sumatra saat itu sangat masif. Bahkan sempat mau dinyatakan bencana nasional meski tidak jadi. Akhirnya kita galang donasi dan terkumpul sampai satu ton lebih bantuan.
Kemudian kita riset, cari tahu agen pengiriman yang bagus. Kita akhirnya pilih JNE untuk penyaluran sebagian besar bantuan ini. Alhamdulillah, sama sekali tidak ada sepeser pun kita bayar,” ungkap Andi Ahmad Gazali.
JNE memilih untuk menggratiskan bantuan sebanyak itu. Bagaimana jika berbayar? Dikutip dari situs resmi JNE, biaya pengiriman paket skala besar dari Makassar ke Medan, minimal Rp220 ribuan per 10 kilogram, dan Rp360 ribuan per 10 kg untuk Makassar-Aceh. Bisa dihitung, jika jumlahnya mencapai ratusan kilogram.
Enam ratus delapan puluh kilogram dalam satu truk bantuan dari Warga Tombolo, hari itu juga langsung diluncurkan untuk berlayar menuju Sumatra. Menurut Ahmad Gazali, karyawan JNE juga punya peran besar membantu mengemas dan menyortir bantuan tersebut.
“Karena pengiriman gratis program JNE itu dengan ketentuan 10 kilogram per pengirim. Jadi setiap paket kita kemas dalam bentuk karung masing-masing tidak lebih 10 kilogram, dan tentu jumlahnya sangat banyak. Sampai puluhan paket,” ceritanya.
Kelurahan Tombolo bukan satu-satunya instansi yang memanfaatkan program Peduli Bencana JNE tersebut. Di antaranya komunitas staf Rumah Sakit Wonomulyo, Provinsi Sulawesi Barat, yang mengirimkan paket-paket bantuan melalui satu unit mobil, hingga komunitas pegawai Kementerian PUPR di Makassar.
Total 500 Ton Bantuan Masyarakat Dapat Fasilitas ‘Gratis Ongkir’ JNESecara nasional, bantuan donasi bencana yang dikirimkan melalui program JNE mencapai lebih dari 500 ton. Bantuan dari Teman JNE itu secara nasional resmi dilepas pada 10 Desember 2025, meski secara riil, pendistribusian sudah dilakukan sejak 1 Desember.
Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto mengungkapkan, program ‘Bergerak Bersama’ dalam bentuk gratis ongkir bantuan donasi tersebut adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung upaya kemanusiaan.
Kata Fediadi, JNE berpegang pada nilai-nilai Berbagi, Memberi, dan Menyantuni dengan semangat Connecting Happiness.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menyalurkan bantuan dengan lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran. Harapan kami, layanan gratis ongkir ini dapat mendorong semakin banyak pihak untuk turun tangan,” tambahnya melalui keterangan resminya.
Ini bukan pertama kalinya JNE melakukan aksi gratis ongkis untuk pengiriman bantuan. Perseroan sebelumnya sudah menjalankan itu saat bencana Gempa Lombok pada 2018, Erupsi Gunung Semeru pada 2021 dan Gempa Cianjur tahun 2022.
Dengan program itu, JNE mengajak semua orang, untuk Bergerak Bersama: menyambung niat mulia masyarakat untuk tujuan-tujuan kemanusiaan.




