HARIAN.FAJAR.CO.ID, SELAYAR – Universitas Hasanuddin melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin Program Kemitraan Masyarakat (PPMU-PK-M) Tahun 2026 melaksanakan kegiatan bertajuk “Pelatihan Integrasi Kesantunan Berbahasa dan Sikap Bahasa ke dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi MGMP Bahasa Indonesia Tingkat SMP Kabupaten Kepulauan Selayar”. Kegiatan berlangsung di Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Jumat–Sabtu, 12–13 Juni 2026.
Program pengabdian ini diketuai Prof. Dr. Munira Hasjim, S.S., M.Hum. dengan anggota tim Prof. Dr. Kaharuddin, M.Hum., Prof. Drs. Burhanuddin Arafah, M.Hum., Ph.D., dan Dr. Nursidah, S.Pd., M.Pd.
Ketua Tim Pengabdian, Prof. Munira Hasjim, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk hilirisasi hasil riset perguruan tinggi ke dalam praktik profesional guru Bahasa Indonesia di sekolah. Sasaran utama kegiatan adalah para guru Bahasa Indonesia SMP yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kabupaten Kepulauan Selayar, sedangkan sasaran tidak langsungnya adalah peserta didik SMP di wilayah tersebut.
“Selama ini pembelajaran Bahasa Indonesia masih cenderung berfokus pada keterampilan berbahasa dan pencapaian target kurikuler. Sementara itu, aspek pembentukan sikap bahasa yang positif dan kesantunan berbahasa belum terintegrasi secara sistematis dalam proses pembelajaran. Karena itu, pelatihan ini hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Kepala Perpustakaan Pusat Unhas ini.
MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Kepulauan Selayar yang berkedudukan di Kelurahan Benteng, Kecamatan Benteng, berjarak sekitar 150 kilometer dari Universitas Hasanuddin. Dalam pelaksanaan program ini, mitra berkontribusi dalam penetapan kebutuhan pelatihan, pengorganisasian peserta, penyediaan fasilitas kegiatan, serta tindak lanjut program melalui forum MGMP.
Melalui pelatihan ini, tim pengabdian memperkenalkan berbagai perangkat pedagogis berbasis riset yang selama ini belum tersedia secara memadai, seperti modul pelatihan, panduan praktis, serta contoh modul ajar yang dapat digunakan secara kolaboratif oleh para guru dalam forum MGMP.
Rangkaian kegiatan meliputi penguatan konseptual mengenai sikap bahasa dan kesantunan berbahasa, workshop integrasi nilai-nilai tersebut ke dalam modul ajar dan aktivitas pembelajaran, simulasi implementasi rancangan pembelajaran, serta pendampingan penyusunan perangkat ajar. Selain itu, peserta juga memperoleh bahan pendamping MGMP yang dapat dimanfaatkan sebagai perangkat ajar kolaboratif dan referensi dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah.
Prof Munira berharap kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas guru dalam membangun budaya berbahasa yang santun dan positif di lingkungan pendidikan. Menurutnya, pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan berbahasa, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik melalui penggunaan bahasa yang baik, santun, dan beretika.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru mampu mengintegrasikan nilai-nilai kesantunan berbahasa dan sikap bahasa ke dalam pembelajaran secara berkelanjutan sehingga dapat memberikan dampak positif bagi penguatan karakter siswa di Kabupaten Kepulauan Selayar,” jelas Guru Besar Sastra Indonesia Unhas ini. (*/)





