HARIAN.FAJAR.CO.ID, JENEPONTO – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengambil langkah nyata dengan menyerahkan bantuan langsung kepada Dg Sangkala, seorang pria berusia 57 tahun yang telah menderita lumpuh selama tiga tahun dan hidup dalam kondisi sangat terbatas di sebuah gubuk di Je’netallasa Barat, Desa Je’netallasa, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.
Bantuan ini tidak hanya berupa uang tunai untuk perbaikan tempat tinggal dan penerangan, tetapi juga menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap warga yang membutuhkan. “Beliau saat ini tinggal di gubuk karena kondisi rumah keluarga juga tidak memadai. Insyaallah akan dibantu perbaikan rumah dan penerangannya,” jelas Dg Timung S.Pd., M.Pd, relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pemprov Sulsel yang turun langsung ke lokasi.
Dg Sangkala sebelumnya tinggal di Makassar, namun setelah sakit dibawa keluarganya ke Jeneponto. Sayangnya, ia belum memiliki dokumen kependudukan yang lengkap, sehingga akses terhadap layanan kesehatan dan bantuan sosial menjadi terhambat.
Dg Timung menegaskan bahwa ketidaklengkapan identitas ini menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan yang tepat. “Karena berbagai keterbatasan, selama ini identitas kependudukannya belum sempat diurus,” katanya saat ditemui di lokasi pada Sabtu (13/6/2026).
Dalam peninjauan lapangan, Tim Reaksi Cepat Pemprov Sulsel didampingi oleh Dinas Sosial dan Camat Bangkala untuk mencari solusi terbaik bagi Dg Sangkala. Pemerintah daerah juga tengah berupaya melakukan perekaman dan penerbitan e-KTP agar Dg Sangkala dapat mengakses berbagai program bantuan dan layanan kesehatan dengan lebih mudah.
Dinas Kesehatan Sulsel akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Jeneponto untuk memantau kondisi kesehatan Dg Sangkala secara berkelanjutan.
Kepala Dusun Je’netallasa Barat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur atas bantuan yang diberikan kepada Dg Sangkala. Ini sangat berarti bagi beliau dan keluarganya,” pungkasnya.
Bagi Dg Sangkala, bantuan yang datang bukan semata-mata soal materi. Di tengah keterbatasan yang telah dijalani selama bertahun-tahun, perhatian dan kepedulian pemerintah menjadi harapan baru untuk menjalani hidup yang lebih layak dan bermartabat. (*/)





