MALANG, KOMPAS.TV - Sekitar satu jam setelah demo berlangsung, massa aksi yang tak kunjung ditemui oleh anggota dewan mulai memaksa masuk gedung.
Sempat terjadi aksi saling dorong. Massa juga membakar ban di depan pintu masuk gedung DPRD Kota Malang.
Sebelumnya gabungan mahasiswa ini menyampaikan 5 tuntutan. Mereka menyebut Indonesia saat ini sedang dalam masa kritis.
5 tuntutan yang disampaikan adalah transparansi APBN, turunkan harga bahan pokok, mendesak program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih dihentikan, menolak dwifungsi TNI dan polisi, serta meminta pemerintah minta maaf ke warga.
"Indinesia Gawat Darurat, negara sudah kritis dan krisis. Mmenuntut adanya peningkatan efisiensi dan transparan APBN harga BBM naik bahan pokok naik, kegagalan negara pengelolaan anggaran" Kata Muhammad Azhar Zidan, presiden eksekutif mahasiswa Brawijaya 2026.
Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita bersama sejumlah anggota dewan kemudian menemui massa aksi. Ia meminta maaf atas keresahan yang dialami warga
Ia bahkan meyebut sepakat menghentikan program MBG di Kota Malang.
Massa juga menyayangkan meski gelombang demonstrasi sudah terjadi di berbagai daerah sejak Jumat hingga hari ini.
Pemerintah dinilai tutup kuping. Massa menegaskan akan melakukan konsolidasi massa lebih besar, jika dalam 3 hari tidak ada tindak lanjut atas tuntutan mereka.
Penulis : KompasTV-Malang
Sumber : Kompas TV
- demo mahasiswa Malang
- demo ricuh
- tolak MBG
- Berita Malang





