Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto tetap terjalin baik. Dia pastikan, mereka tidak berada dalam posisi berseberangan sebagai musuh politik.
Hal itu disampaikan oleh Megawati saat memberikan pidato usai meresmikan renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6/2026).
Advertisement
Di hadapan ribuan kader dan simpatisan yang memadati halaman Istana Gebang, Megawati menepis anggapan pihak-pihak yang berusaha membenturkan dirinya dengan Prabowo. Menurut dia, hubungan persahabatan tidak harus menghilangkan perbedaan pandangan politik dalam sistem demokrasi.
“Pak Prabowo sama saya bersahabat. Tapi kan harusnya dipisahkan, bersahabat ya bersahabat, tapi berpolitik kita bisa untuk apa? Untuk demokratisasi. Tapi saya bukan musuh dia, itu teman saya. Kamu lihat toh waktu 1 Juni? Aku kan gandengan sama dia, ketawa-ketawa. Ayo, apa artinya? Nggak ada,” kata Megawati.
Ia juga mengaku mengetahui adanya upaya sejumlah pihak yang mencoba menciptakan kesan bahwa dirinya sedang berhadapan dengan Prabowo. Namun, dia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh narasi tersebut dan tetap menghormati tata hukum yang berlaku.
“Nanti baru orang teman-temannya yang maunya mem-berang-ko-kan (membenturkan), ‘Oh Ibu Mega itu coba gitu mau melawan Pak Prabowo’. Nanti bisa saya jawab. Jangan gitu dong! Kalian tuh harus berani, karena negara kita ini punya tata hukumnya,” ujar dia.
Ia juga mempertanyakan pengawalan ketat aparat terhadap aksi mahasiswa dan menilai keberanian menyampaikan pendapat merupakan bagian dari hak warga negara dalam sistem demokrasi.
“Kemarin saya lihat BEM UI itu demo. Wah, kok saya tuh mikir 'ini sopo toh yo?' Ya apa boleh buat, polisinya toh, lalu Angkatan Daratnya. Terus saya tuh mikirnya begini... Mahasiswa itu masuk tidak sebagai warga negara Indonesia? Masuk! Itu menunjukkan apa? Hati kalian itu tidak teguh! Jadi mestinya jangan takut. Kalau iya ya iya, kalau tidak ya tidak. Nah saya berani ngomong gini, terus saya mau ditangkap? Ayo! Mana di sini ada polisi? Panggil sini!” terangnya.




