Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) atau BRI optimistis penyaluran Kredit Pembiayaan Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan bakal tembus hingga Rp12 triliun sepanjang tahun ini.
Direktur Consumer Banking BBRI, Aris Hartanto menjelaskan bahwa optimisme tersebut dibidik seiring dengan besarnya minat masyarakat yang tecermin dari tingginya realisasi penyaluran KPP.
Aris memerinci bahwa BBRI mulanya mengantongi kuota penyaluran KUR Perumahan sebesar Rp8 triliun yang telah terserap sepenuhnya pada beberapa waktu lalu.
“Kemudian kami mendapat kuota tambahan menjadi Rp12 triliun selama setahun sampai akhir Desember nanti. Kami sudah salurkan Rp9,21 triliun [hingga saat ini], jadi kami yakin target Rp12 triliun akan terlaksana dengan baik,” ujarnya dalam agenda Sosialisasi KPP dan FLPP di Tambora, Senin (15/6/2026).
Dia juga menuturkan BBRI akan terus memperkuat sektor UMKM sekaligus menjadi motor penggerak pembiayaan hunian guna menyukseskan program pembangunan 3 juta rumah.
Selain itu, lanjut Aris, pihaknya juga telah menyalurkan kembali Rp340 miliar KUR Perumahan yang dirasakan oleh 867 debitur dalam kurun waktu seminggu belakangan.
Baca Juga
- Maruarar Sirait Sebut Realisasi KUR Perumahan Capai Rp16,8 Triliun
- Bank Syariah Nasional (BSN) Segera Layani KUR Perumahan Rp500 Miliar
- KUR Perumahan Tembus Rp14,2 Triliun per 29 April 2026, Ini Perinciannya
“Minggu lalu kami sampaikan, kami bikin acara seperti ini [Acara sosialisasi KPP dan FLPP] di Jogja itu realisasi penyaluran KUR Perumahannya Rp320 miliar, tapi hari ini hanya dalam satu minggu kita sudah bisa mem-book-in Rp340 miliar untuk 867 debitur, dan yang lebih menggembirakan lagi adalah hari ini kita bisa mendistribusikan program ini ke lebih banyak lagi debitur-debitur yang ada di BRI ini,” pungkasnya.
Untuk diketahui sebelumnya, KUR Perumahan merupakan salah satu program pembiayaan yang dicanangkan pemerintah dalam rangka meningkatkan akses rumah layak huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Program ini pertama kali diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 2025. Di mana, pemerintah menyediakan alokasi anggaran untuk program ini mencapai Rp130 triliun.
Dari total tersebut, sekitar Rp117 triliun dialokasikan sebagai modal kerja untuk pengembang dalam mendukung program pembangunan 3 juta rumah.
Sementara sisanya, sebesar Rp13 triliun, diperuntukkan bagi masyarakat perorangan untuk kebutuhan renovasi rumah.
“Untuk perumahan [bagi pengembang] tadi tambahan plafon sebanyak Rp117 triliun. Dan oleh karena itu subsidi bunga diberikan untuk sektor konstruksi tadi yang UKM,” jelas Airlangga pada Kamis (3/7/2025).





