Tekan Pungli, Munafri Rancang Gedung Parkir Digital Terintegrasi

celebesmedia.id
4 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan langkah baru untuk mengatasi persoalan parkir liar. 

Selain memicu praktik pungutan liar (pungli), kondisi parkir yang tidak tertata juga kerap menyebabkan kemacetan akibat penggunaan badan jalan dan bahu jalan secara tidak semestinya.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta Perumda Parkir Makassar Raya menghadirkan terobosan melalui sistem perparkiran yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis pelayanan publik.

"Berbagai laporan yang masuk soal parkir liar banyak sekali. Kita mau ada solusi, sebisa mungkin satu lokasi yang dijadikan percontohan building penataan parkir," kata Munafri saat memimpin rapat koordinasi bersama Direksi Perumda Parkir Makassar Raya di Balai Kota Makassar, Senin (15/6/2026).

Sebagai langkah awal, Pemkot Makassar menyiapkan proyek percontohan berupa gedung parkir bertingkat yang didukung sistem digitalisasi. 

Kawasan Boulevard dan Pengayoman menjadi lokasi yang dinilai potensial untuk penerapan program tersebut karena memiliki aktivitas kendaraan yang cukup tinggi.

Menurut Munafri, persoalan parkir membutuhkan solusi jangka panjang yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi kemacetan dan menekan praktik parkir liar. Karena itu, konsep building parkir akan diuji terlebih dahulu melalui pilot project sebelum diterapkan lebih luas.

"Kita mau solusi untuk penataan parkir. Lokasi percontohan bisa di kawasan pusat keramaian seperti Boulevard atau Pengayoman bisa menjadi pilot project dengan konsep building parkir dan digitalisasi parkir," ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur parkir, Pemkot juga mendorong transformasi layanan melalui sistem pembayaran non-tunai dan pengawasan berbasis teknologi. Langkah ini penting untuk meningkatkan transparansi sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor perparkiran.

Munafri juga meminta Perumda Parkir segera mengidentifikasi lahan kosong strategis yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan fasilitas parkir terintegrasi.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian berada di Jalan Metro Tanjung Bunga, khususnya di sekitar Trans Studio Mall (TSM) Makassar dan Phinisi Point (PIPO). Kawasan tersebut kerap dikeluhkan pengguna jalan karena aktivitas parkir yang memanfaatkan bahu jalan dan tingginya mobilitas kendaraan.

Menurutnya, pemanfaatan lahan kosong melalui kerja sama atau skema sewa dapat menjadi solusi awal untuk menghadirkan fasilitas parkir yang lebih tertata.

"Kita perlu mencari solusi yang realistis. Kalau ada lahan kosong yang memungkinkan untuk dimanfaatkan sementara melalui kerja sama atau sewa, itu bisa menjadi langkah awal menghadirkan percontohan building parking," katanya.

Berdasarkan data operasional resmi dari Perumda Parkir Makassar Raya, terdapat sekitar 1.104 titik parkir tersebar di 14 kecamatan wilayah Kota Makassar yang terbagi dalam 2 tipe yakni parkir tepi jalan dan parkir kawasan komersial.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot Bandung Menggelar Job Fair dengan 2.361 Lowongan untuk Tekan Angka Pengangguran Terbuka
• 7 jam lalupantau.com
thumb
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Rupiah Menguat ke 17.860 per Dolar AS
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Geram Warga Kendari Ciduk 2 Lurah Pesta Miras Bareng Wanita Open BO
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Pakar Pastikan Tak Ada Hubungan Gas Alam dengan Kemunculan Api Berulang di Seyegan Sleman, Apakah Direkayasa?
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Pasca Insiden Bocah Kesetrum, Keamanan Taman jadi Sorotan
• 8 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.