Malam puncak Festival Muharram 1448 Hijriah dimeriahkan dengan Kirab Pawai Obor di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Senin malam, 15 Juni 2026.
Jurnalis Metro TV, Ifdal Amal melaporkan, suasana di lokasi terpantau sangat meriah dengan antusiasme tinggi dari warga Jakarta yang berbondong-bondong menyaksikan iring-iringan cahaya obor.
Tradisi pawai obor memang menjadi agenda yang sangat lekat dengan perayaan satu Muharram atau pergantian Tahun Baru Islam di Indonesia. Selain sebagai bentuk syiar agama Islam dan sarana mempererat tali silaturahmi, aktivitas berjalan bersama membawa obor ini menyimpan filosofi mendalam.
Nyala lentera obor disimbolkan sebagai harapan akan hadirnya kecerahan di tahun yang baru serta merepresentasikan lentera ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, momen ini juga menjadi ruang refleksi dan introspeksi diri atas segala hal yang telah dilewati pada tahun sebelumnya, sekaligus membakar semangat kebersamaan untuk menyongsong resolusi yang lebih baik.
Baca Juga :
Berburu Kuliner di Halal Food Festival Muharram 1448 H, Ada Bir Pletok Legendaris!Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan penggunaan teknologi lampu ini sengaja dipilih untuk menjamin faktor keamanan para peserta. Sekaligus mengantisipasi potensi gangguan cuaca buruk di lokasi acara.
Rano menjabarkan bahwa langkah modifikasi ini merupakan bentuk penyesuaian perkembangan zaman di ibu kota dalam melestarikan kebudayaan lokal. Di bawah komando panitia, api konvensional digantikan dengan pendaran lampu elektrik demi meminimalkan risiko insiden kebakaran serta menjaga rangkaian acara agar tidak padam apabila tiba-tiba diguyur hujan deras di ruang terbuka.




