TABLOIDBINTANG.COM - Desainer sekaligus presenter Ivan Gunawan membuat pengakuan yang mengejutkan publik.
Pria yang telah berkarier selama 25 tahun di industri hiburan dan fashion itu mengaku pernah berada di fase kehidupan ketika dirinya tidak percaya akan keberadaan Allah.
Pengakuan tersebut disampaikan Ivan saat berbagi kisah perjalanan hidupnya dalam sebuah acara yang digelar BCA Syariah di Masjid Istiqlal, Senin (15/6) sore.
Menurut Ivan, kesuksesan yang diraihnya selama bertahun-tahun sempat membuatnya merasa seluruh pencapaian yang dimiliki merupakan hasil kerja keras dan kemampuan dirinya sendiri.
"Saya merasa sempat tidak percaya bahwa di dunia ini ada yang namanya Allah. Karena kekuatan saya, karena kebintangan saya, kemampuan saya mendesain baju, begitu larisnya saya di dunia pertelevisian, saya sempat tidak menganggap bahwa Allah itu ada," ujar Ivan.
Karier Melesat, Ibadah Terabaikan
Ivan mengaku pada masa itu dirinya tidak menjalankan berbagai ibadah wajib sebagaimana mestinya.
Ia bahkan mengaku jarang salat, puasa, hingga salat Jumat. Namun di saat bersamaan, karier dan bisnis yang dijalankannya justru terus berkembang.
"Tahun-tahun sebelumnya saya enggak pernah yang namanya menjalankan salat, enggak pernah menjalankan ibadah puasa, apalagi salat Jumat," katanya.
Meski demikian, Ivan merasa Allah tetap memberikan berbagai nikmat dan keberhasilan dalam hidupnya.
Hal itulah yang kemudian membuatnya menyadari bahwa seluruh pencapaiannya bukan semata-mata hasil usaha pribadi.
Merasa Dipanggil untuk Pulang
Titik balik kehidupan Ivan terjadi pada 2025. Tahun tersebut ia sebut sebagai tahun paling indah sekaligus paling penuh keberkahan dalam hidupnya.
Ia merasa Allah mengajaknya untuk kembali mendekat dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna.
"Saya merasa Allah mengajak dan meminta saya untuk pulang dengan cara yang indah. Saya bisa merasa lebih tenang dan lebih utuh menjadi seorang manusia sampai hari ini," ungkapnya.
Menariknya, Ivan tidak menganggap perubahan tersebut sebagai hijrah. Ia justru melihatnya sebagai proses menemukan jati diri dan ketenangan yang selama ini tidak dirasakannya.
Kini, Ivan mengaku lebih berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan dan berusaha menjalani hidup sesuai nilai-nilai yang diyakininya.
"Saya ingin menjadi baik menurut Tuhan, bukan hanya menurut manusia," tutupnya.




