13 Federasi Kecam Presiden UEFA, Bela Format Baru Piala Dunia

medcom.id
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Sebanyak 13 federasi sepak bola dari Afrika, Karibia, Asia Tengah, dan sejumlah kawasan lainnya melayangkan kritik keras terhadap Presiden UEFA Aleksander Ceferin terkait komentarnya mengenai format baru Piala Dunia FIFA.
 
Mereka menilai pernyataan Ceferin yang menganggap banyak pertandingan kualifikasi Piala Dunia tidak menarik sebagai bentuk pengabaian terhadap perjuangan negara-negara berkembang untuk tampil di panggung sepak bola terbesar dunia.
 
Melalui pernyataan bersama yang diunggah Federasi Sepak Bola Maroko di platform X pada Senin (15/6), federasi-federasi tersebut menegaskan bahwa tidak ada satu pun pertandingan menuju Piala Dunia yang tidak penting.

"Bagi negara-negara kami, tidak ada pertandingan Piala Dunia FIFA yang tidak penting. Lolos ke Piala Dunia FIFA merupakan pencapaian bersejarah dan perwujudan mimpi yang diwariskan dari generasi ke generasi," tulis mereka.
  Respons Keras atas Kritik Aleksander Ceferin
Pernyataan bersama tersebut muncul setelah Ceferin mengkritik format baru Piala Dunia yang melibatkan lebih banyak peserta dibanding edisi sebelumnya.
 
Menurut koalisi federasi itu, pandangan yang meremehkan pertandingan kualifikasi gagal memahami besarnya pengorbanan yang dilakukan pemain, pelatih, klub, pengurus federasi, hingga jutaan pendukung di berbagai negara.
 
Mereka menegaskan bahwa perjalanan menuju putaran final Piala Dunia dibangun melalui kerja keras, investasi besar, dan perencanaan yang berlangsung selama bertahun-tahun.
 
"Di balik setiap tim nasional terdapat komunitas yang melihat sepak bola sebagai sumber kebanggaan, harapan, dan pemersatu masyarakat," tulis pernyataan tersebut seperti dilansir Antara.
  Sepak Bola Dunia Bukan Milik Segelintir Pihak
Federasi-federasi tersebut juga menegaskan bahwa sepak bola merupakan olahraga global yang tidak boleh didominasi oleh segelintir kelompok atau pengambil keputusan.
 
Menurut mereka, kekuatan utama Piala Dunia justru terletak pada keberagaman negara peserta yang membawa budaya, sejarah, dan perjalanan sepak bola yang berbeda-beda ke dalam satu kompetisi.
 
"Piala Dunia FIFA adalah kompetisi sepak bola terbesar di dunia justru karena mempertemukan budaya, sejarah, dan perjalanan sepak bola yang berbeda-beda," lanjut pernyataan itu.
 
Bagi banyak negara, keberhasilan lolos ke putaran final bukan sekadar prestasi olahraga. Momen tersebut menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda, mendorong perkembangan sepak bola nasional, serta menciptakan kenangan bersejarah yang bertahan sepanjang hidup.
  13 Federasi Bersatu Bela Kesempatan Negara Berkembang
Pernyataan bersama itu ditandatangani oleh federasi sepak bola Senegal, Tanjung Verde, Curacao, Uzbekistan, Kongo, Haiti, Aljazair, Tunisia, Maroko, Mesir, Ghana, Pantai Gading, dan Afrika Selatan.
 
Mereka menilai perluasan Piala Dunia membuka peluang yang lebih besar bagi negara-negara di luar kekuatan tradisional sepak bola untuk tampil dan berkembang di level tertinggi.
 
Karena itu, setiap negara yang berhasil lolos dinilai pantas mendapatkan penghormatan yang sama, tanpa memandang status atau kekuatan sepak bolanya.
  Tegaskan Semua Tim Lolos karena Prestasi
Menutup pernyataannya, koalisi federasi tersebut mengingatkan bahwa seluruh peserta Piala Dunia mencapai putaran final melalui proses kompetitif yang panjang.
 
Mereka pun meminta agar setiap negara yang berhasil mengamankan tiket ke Piala Dunia mendapatkan penghargaan yang layak.
 
"Setiap negara yang lolos pantas mendapatkan rasa hormat. Setiap tim lolos berdasarkan prestasi. Setiap pertandingan memiliki arti," tegas mereka.
 
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waisak di Borobudur: Destinasi Spiritual dan Budaya Penggerak Ekonomi
• 16 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Minta Rosan Roeslani Ungkap Data Kepercayaan Investor Global terhadap Indonesia
• 20 jam laludisway.id
thumb
Purbaya Usul Anggaran Kemenkeu Tahun 2027 Rp49,80 Triliun
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Hasil Piala Dunia 2026: Gol Menit Akhir Daichi Kamada Buyarkan Kemenangan Belanda
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Panas! Mahasiswa Dicegat Polisi saat Hampir Sampai Bundaran HI
• 11 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.