Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengucurkan anggaran sebesar Rp36,3 miliar untuk mendukung program bantuan pendidikan bagi peserta didik kategori Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) pada tahun 2026, sebagai upaya menjamin akses pendidikan bagi warga kurang mampu.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Saeful Gufron mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh anak usia sekolah tetap dapat mengakses pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.
“Program RMP ini merupakan komitmen Pemkot Bandung dalam layanan pendidikan. Bagi penduduk kurang mampu tetap diberi kesempatan mendapat pendidikan yang sama baik di sekolah negeri maupun swasta,” kata Asep di Bandung, Senin.
Asep menyebut anggaran Rp36,3 miliar tersebut telah dicairkan kepada 191 sekolah dengan total penerima sebanyak 17.775 siswa jenjang SD dan SMP pada Mei 2026.
Ia menjelaskan dana bantuan tersebut digunakan untuk menanggung biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan Dana Pengembangan Sekolah (DSP) bagi siswa RMP yang bersekolah di sekolah swasta.
“Para orang tua jangan khawatir, bagi yang lolos jalur Afirmasi RMP di sekolah swasta akan mendapat bantuan operasional untuk pengganti SPP dan DSP selama di sekolah tersebut,” ujarnya.
Asep menambahkan, calon murid baru jenjang SMP yang mendaftar melalui jalur afirmasi RMP dan tidak lolos seleksi pada empat pilihan sekolah masih memiliki kesempatan untuk memilih sekolah swasta yang kuota RMP-nya masih tersedia setelah pengumuman SPMB tahap pertama.
Ia menjelaskan bantuan operasional tersebut diberikan untuk satu tahun dan dapat diperpanjang pada tahun berikutnya sepanjang peserta didik masih terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) atau masuk kategori RMP.
“Yang utama adalah melanjutkan pendidikan baik di sekolah negeri maupun swasta. Komitmen kami adalah mewujudkan pembangunan bidang pendidikan yang merata dan bermutu serta meringankan beban biaya pendidikan bagi peserta didik RMP,” kata Asep.
Ia berharap bantuan pendidikan RMP ini agar tidak ada lagi anak usia sekolah yang putus pendidikan karena kendala ekonomi, sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan di Kota Bandung.
Baca juga: 36 siswa RMP tingkat SMP difasilitasi Pemkot Bandung agar bisa sekolah
Baca juga: Budaya rukun sebagai watak budaya bangsa
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Saeful Gufron mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh anak usia sekolah tetap dapat mengakses pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.
“Program RMP ini merupakan komitmen Pemkot Bandung dalam layanan pendidikan. Bagi penduduk kurang mampu tetap diberi kesempatan mendapat pendidikan yang sama baik di sekolah negeri maupun swasta,” kata Asep di Bandung, Senin.
Asep menyebut anggaran Rp36,3 miliar tersebut telah dicairkan kepada 191 sekolah dengan total penerima sebanyak 17.775 siswa jenjang SD dan SMP pada Mei 2026.
Ia menjelaskan dana bantuan tersebut digunakan untuk menanggung biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan Dana Pengembangan Sekolah (DSP) bagi siswa RMP yang bersekolah di sekolah swasta.
“Para orang tua jangan khawatir, bagi yang lolos jalur Afirmasi RMP di sekolah swasta akan mendapat bantuan operasional untuk pengganti SPP dan DSP selama di sekolah tersebut,” ujarnya.
Asep menambahkan, calon murid baru jenjang SMP yang mendaftar melalui jalur afirmasi RMP dan tidak lolos seleksi pada empat pilihan sekolah masih memiliki kesempatan untuk memilih sekolah swasta yang kuota RMP-nya masih tersedia setelah pengumuman SPMB tahap pertama.
Ia menjelaskan bantuan operasional tersebut diberikan untuk satu tahun dan dapat diperpanjang pada tahun berikutnya sepanjang peserta didik masih terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) atau masuk kategori RMP.
“Yang utama adalah melanjutkan pendidikan baik di sekolah negeri maupun swasta. Komitmen kami adalah mewujudkan pembangunan bidang pendidikan yang merata dan bermutu serta meringankan beban biaya pendidikan bagi peserta didik RMP,” kata Asep.
Ia berharap bantuan pendidikan RMP ini agar tidak ada lagi anak usia sekolah yang putus pendidikan karena kendala ekonomi, sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan di Kota Bandung.
Baca juga: 36 siswa RMP tingkat SMP difasilitasi Pemkot Bandung agar bisa sekolah
Baca juga: Budaya rukun sebagai watak budaya bangsa





