KYIV, KOMPAS.TV – Militer Rusia meluncurkan serangan udara skala besar dengan menembakkan ratusan pesawat tanpa awak (drone) dan puluhan rudal ke sejumlah kota besar di Ukraina pada Senin (15/6/2026) dini hari.
Otoritas Ukraina mengonfirmasi sedikitnya 11 orang tewas, puluhan lainnya luka-luka, serta kompleks keagamaan bersejarah Kyiv-Pechersk Lavra mengalami kerusakan serius akibat kebakaran dalam bombardemen tersebut.
Baca Juga: Drone Ukraina Serang Wilayah Rusia, Satu Orang Tewas dan Fasilitas Minyak Terbakar
Dikutip dari Associated Press, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa serangan udara Rusia semalam menewaskan sedikitnya 11 orang, yang terdiri dari warga sipil dan petugas penyelamat, serta melukai 53 orang lainnya di seluruh penjuru negeri.
Ibu kota Kyiv menjadi salah satu target utama. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melaporkan lima orang tewas dan sedikitnya 30 orang luka-luka di wilayahnya.
Menurut data Administrasi Militer Kota Kyiv, dua di antara korban luka merupakan anak-anak berusia 5 dan 6 tahun.
Di Distrik Shevchenkivskyi, lima hantaman terjadi dalam waktu kurang dari 30 menit, mengenai sebuah gedung apartemen 25 lantai serta memicu kebakaran di pasar dan toko kelontong.
Sementara di Distrik Obolonskyi, sebuah bangunan tempat tinggal berlantai sembilan dilaporkan terkena hantaman langsung rudal.
Situs Bersejarah Kyiv-Pechersk Lavra TerbakarSelain permukiman warga, serangan drone Rusia juga menghantam Kyiv-Pechersk Lavra, sebuah kompleks biara kuno abad ke-11 yang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.
Baca Juga: Pemimpin Eropa Dukung Pertemuan Zelenskyy dan Putin demi Capai Gencatan Senjata Rusia-Ukraina
Dua drone dilaporkan mengenai kompleks tersebut dan membakar atap Katedral Dormition.
Pemimpin Gereja Ortodoks Ukraina, Metropolitan Epiphanius, mengutuk keras insiden ini dan menyebutnya sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan, sejarah, dan Kekristenan.
Presiden Zelenskyy, yang meninjau langsung lokasi kejadian pada Senin pagi, menyebut kerusakan biara ini sebagai "kejahatan terbesar Rusia terhadap budaya Kristen."
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Associated Press
- rusia serang ukraina
- serangan drone rusia
- situs unesco terbakar
- kyiv pechersk lavra
- konflik rusia ukraina
- berita internasional





