Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Melanjutkan Safari ke Lampung untuk Perkuat Perlindungan Santri dari Kekerasan

pantau.com
18 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Gerakan Nasional Pesantrenku Aman yang digagas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melanjutkan safari kampanyenya ke Lampung sebagai upaya memperkuat ekosistem perlindungan santri dari kekerasan sekaligus membangun lingkungan pesantren yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa perlindungan terhadap santri merupakan bagian penting dari amanah pesantren dalam mendidik generasi masa depan.

Ia mengungkapkan, “Santri merupakan amanah Allah Swt. yang dititipkan kepada pesantren untuk dididik, dibimbing, serta dijaga keselamatan, kehormatan, dan masa depannya. Mewujudkan Pesantren Aman adalah bagian mutlak dari khidmah tersebut.”

Gerakan Nasional Pesantrenku Aman diinisiasi oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah PBNU bersama Satuan Anti Kekerasan PBNU dengan mengusung semangat “Menjaga Amanah, Merawat Masa Depan”.

Gerakan tersebut resmi diluncurkan di Pondok Pesantren Darul Mugjni pada 18 Mei 2026 dan menggelar safari pertamanya di Pesantren Al Yasini pada awal Juni 2026.

Roadshow Kedua Libatkan Pengasuh hingga Santri

Roadshow kedua dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Qodiri dengan melibatkan pengasuh pesantren, dewan guru, pembimbing asrama atau musyrif dan musyrifah, serta para santri.

Rangkaian kegiatan mencakup Pelatihan Tarbiyah Jinsiyah bagi santri putri, pelatihan pencegahan kekerasan di pesantren bagi musyrif, musyrifah, dan dewan guru, Halaqah Syuriah NU bersama pengasuh pondok pesantren, serta doa bersama dan deklarasi Pesantrenku Aman.

Ketua RMI PBNU Hodri Ariev menyatakan bahwa Gerakan Nasional Pesantrenku Aman dirancang untuk membangun sistem perlindungan yang berkelanjutan di lingkungan pesantren.

Ia mengatakan, “Gerakan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah ikhtiar bersama untuk memastikan pesantren tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi santri dalam menuntut ilmu.”

Targetkan 1.000 Pesantren Adopsi Komitmen Pesantren Aman

Ketua SAKA PBNU Alissa Wahid menekankan pentingnya membangun mekanisme perlindungan berlapis di pesantren melalui penguatan aspek pencegahan, penanganan cepat, pendampingan, hingga pemulihan bagi korban kekerasan.

SAKA PBNU bersama RMI PBNU terus mendorong pengembangan sistem perlindungan pesantren melalui edukasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyusunan mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan, serta penguatan budaya pengasuhan yang mengutamakan keselamatan santri.

Sebagai bagian dari implementasi gerakan tersebut, RMI PBNU menargetkan sedikitnya 1.000 pesantren mengadopsi komitmen Pesantren Aman melalui pakta integritas dan langkah nyata perlindungan santri di lingkungan masing-masing.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pameran Tatah Jepara Suguhkan Transformasi Seni Ukir Lintas Zaman
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Persis Solo Tunjuk Ricky Nelson sebagai Pelatih Baru, Usung Target Bawa Tim ke Super League
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Kapten Uruguay Kesal Nyaris Dipermalukan Arab Saudi, Pelatih Bielsa juga Kecewa
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Astra (ASII) Lapor Hasil Buyback Saham per 15 Juni 2026, Realisasinya Capai 40,54 Persen
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Megawati: Prabowo Sahabat Saya, Bukan Musuh
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.