Mahasiswa Tolak Makan Malam dengan Gibran Usai Pertemuan di Istana Wapres

kompas.com
19 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Mahasiswa yang bertemu Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyatakan menolak tawaran makan malam bersama saat pertemuan di Istana Wakil Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).

Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) Universitas Bung Karno (UBK), M Abdi Maludin, menegaskan hal tersebut saat dikonfirmasi usai pertemuan.

“Oh tidak, kami menolak (makan malam),” ujar Abdi.

Baca juga: Keluar dari Istana Wapres, 15 Mahasiswa Beri Gibran Tenggat 5x24 Jam Penuhi Tuntutan

Ia menegaskan, keputusan itu diambil untuk menghindari persepsi negatif terhadap mahasiswa.

“Karena saya tidak mau ada persepsi buruk kepada kami. Kami menolak,” tegasnya.

Sebagai informasi, pertemuan antara Wapres Gibran dengan perwakilan mahasiswa berlangsung lebih dari satu jam, yakni sekitar pukul 17.30 WIB hingga 18.40 WIB.

Pertemuan tersebut digelar secara tertutup di Istana Wakil Presiden.

Pertemuan itu diikuti 15 mahasiswa yang sebelumnya menggelar demonstrasi di depan Menara BSI, Jalan Medan Merdeka Selatan.

Baca juga: Temui 15 Mahasiswa Pendemo di Istana Wapres, Gibran Catat Aspirasi dan Janji Sampaikan ke Prabowo

Mayoritas peserta berasal dari Universitas Bung Karno (UBK), sementara lainnya dari Universitas MH Thamrin dan Universitas Terbuka (UT).

Abdi menjelaskan, format pertemuan tertutup dilakukan berdasarkan kesepakatan dengan pihak pemerintah.

Wapres Janji Teruskan Aspirasi ke Presiden

Dalam pertemuan tersebut, Abdi mengatakan mahasiswa menyampaikan tiga klaster tuntutan dalam bentuk memorandum.

Ia menyebut, dalam dokumen itu mahasiswa memosisikan diri sebagai pihak pertama, sementara pemerintah sebagai pihak kedua.

Klaster pertama berkaitan dengan bidang fiskal dan pendidikan. Dalam poin ini, mahasiswa meminta pemerintah menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta melakukan audit transparansi anggaran.

Selain itu, mereka juga meminta efisiensi anggaran dialihkan untuk subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau biaya operasional pendidikan tinggi agar pendidikan lebih terjangkau.

Baca juga: Gibran Temui 15 Perwakilan Mahasiswa Pendemo di Istana Wapres

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Klaster kedua mencakup isu hukum dan supremasi sipil. Abdi menjelaskan bahwa dalam klaster ini mahasiswa mengajukan rekomendasi agar DPR RI melakukan legislative review terhadap Undang-Undang Kepolisian yang baru disahkan beberapa pekan lalu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ditanya soal Motor Listrik Pengadaan Era Dadan Hindayana, Wakil Kepala BGN Beri Jawaban Ini
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Terlanjur Bayar, BGN Pastikan Motor Listrik Kepala SPPG Tetap Digunakan
• 20 jam laludisway.id
thumb
Fakta-Fakta Gempa M 6,7 di Palu: Dipicu Sesar Sausu dan Tidak Berpotensi Tsunami
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Gerak Jalan Sehat Semarakkan Milad ke-63 Unismuh Makassar, Pererat Kebersamaan Sivitas Akademika dan Masyarakat
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan akan Tetap Stagnan
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.