Bandung: Dinas Pendidikan Jawa Barat menggandeng 751 sekolah swasta di Jawa Barat, untuk memastikan akses pendidikan bagi peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jabar 2026. Hal ini dipastikan dengan penandatanganan komitmen bersama Pemprov Jabar dengan Sekolah Swasta untuk aksesibilitas Pendidikan di Jawa Barat, di SMKN 1 Bandung, Senin, 15 Juni 2026.
"Ini adalah salah satu bentuk intervensi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat setelah melakukan pemetaan (PCMB). Dari pemetaan itu kita tahu ada anak-anak yang tidak bisa tertampung sesuai peta. Kami ingin tetap memberikan pelayanan terbaik, pak Gubernur ingin anak-anak di Jabar semuanya bisa mengakses pendidikan," kata Kadisdik Jawa Barat Purwanto, melansir Antara.
Baca Juga :
Tak Lolos SPMB SD Negeri? Pemkot Tangerang Sediakan Sekolah Swasta Gratis"Yang sudah terdaftar masuk 751 sekolah swasta. Yang akan menampung sekitar 78 ribu siswa yang tidak tertampung di negeri, berdasarkan pemetaan," kata Purwanto.
Dalam kerja sama dengan sekolah swasta ini, kata dia, Pemprov Jabar akan menanggung terlebih dahulu uang Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) dan SPP bulanan dari siswa yang harus sekolah di swasta. Besarannya, Purwanto merinci per siswa rencananya akan diberikan bantuan Rp100 ribu per bulan untuk SPP dan bantuan DSP sebesar Rp1,5 juta.
"Total setahun Rp2,7 juta. Kita akan sesuaikan dengan kemampuan fiskal kita, tapi kemarin (pembahasan) rate-nya kurang lebih segitu ya," ucap dia.
Ilustrasi belajar. (Dok. Medcom.id)
Berbeda dari sebelumnya yang rencananya akan menggratiskan biaya sekolah swasta secara terbatas bagi warga tidak mampu, kini kebijakannya akan membantu semua warga yang tidak terserap di negeri walau kemungkinan tidak menutup seluruh biayanya.
"Jadi semua, yang mereka terdaftar di PCMB. Karena mereka niat sekolah di negeri, tapi tidak tertampung, pemerintah ngasih kompensasi," jelas dia.




