Oleh: Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah, Arab Saudi
REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Tidak terbersit dalam benak Muhammad Najib Arung Petana (30 tahun) untuk bisa menunaikan ibadah haji di usia yang terbilang muda. Namun, jalan Arung, sapaan akrabnya, seolah sudah digariskan sejak sang ayah meninggal dunia empat tahun lalu.
Padahal, ayah dan ibunya telah mendaftar haji sejak 2013. Artinya, hanya tinggal beberapa tahun lagi bagi keduanya untuk berangkat menunaikan rukun Islam kelima ke Tanah Suci.
Baca Juga
Jadi Haji Termuda di Usia 13 Tahun, Fardan: Doakan Ayah di Arafah, Ingin Ketemu di Surga
Sambut 1 Muharram 1448 Hijriyah, Ini Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Lengkap Arab, Latin, dan Arti
Jelang 1 Muharam 1448 H, Begini Sejarah Penetapan Tahun Baru Islam dan Hijrahnya Rasulullah
"Saat itu, ibu mendapatkan informasi bahwa porsi haji bapak bisa dilimpahkan kepada ahli warisnya. Kemudian saya berusaha menanyakan hal itu ke Kementerian Agama dan bank, dan ternyata benar porsi tersebut memang bisa dilimpahkan," kata Arung saat ditemui Republika di Millennium Taiba Hotel, Madinah, Sabtu (13/6/2026).
Pria yang telah beristri dan memiliki satu anak itu sebenanrnya belum cukup yakin untuk menunaikan ibadah haji mengingat saat itu masih dalam suasana duka. Akan tetapi, sang ibu meyakinkan Arung agar berangkat menemaninya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Ibu meyakinkan kalau haji itu panggilan, jalannya banyak. Bisa datang dalam kesedihan dan bisa juga diberikan melalui jalan yang lain. Kemudian saya beranggapan saat itu memang saya sudah dipanggil, sudah saatnya bagi saya," ujar karyawan swasta yang berdomisili di Denpasar, Bali tersebut.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)