Desainer kebaya Indonesia berbagi tips rambah pasar luar negeri

antaranews.com
19 jam lalu
Cover Berita
Kuala Lumpur (ANTARA) - Desainer kebaya asal Indonesia Vielga Wennida berbagi tips kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk merambah pasar luar negeri.

Pemilik dari Roemah Kebaya Vielga ini mengatakan langkah awal yang dapat dilakukan UMKM dalam membidik pasar luar negeri adalah memperkuat identitas dan jaringan media sosial.

"Menurut saya harus punya identitas ya. Selain itu orisinalitas sangat penting menurut saya," kata Vielga saat berbincang dengan ANTARA di sela peresmian kerja sama kemitraan eksklusif Roemah Kebaya Vielga dengan salah satu platform ritel dan distribusi asal Malaysia, Collabstore di Kuala Lumpur, Senin.

Baca juga: Kebaya jadi warisan takbenda UNESCO, lestarikan kebaya berkelanjutan

Baca juga: Kemenbud ajak masyarakat hidupkan kebaya jadi identitas bangsa

Produk kebaya rancangan Vielga yang kini sudah merambah pasar Singapura dan Malaysia, memiliki orisinalitas karena dikerjakan secara manual.

Menurut dia, kebaya-kebaya yang diproduksi negara lain umumnya hasil produksi mesin berbasis komputer, dan produksinya bisa dilakukan secara massal.

Sementara kebaya miliknya sangat eksklusif karena dibuat secara manual, sehingga memiliki sentuhan personal dan setiap kebaya hasil desainnya tidak akan pernah ada duanya.

"Ini bener-bener dikerjakan personal. Ada satu kebaya yang dikerjakan sampai tiga orang. Untuk mengerjakan kebaya kerancang bolong-bolong misalnya, itu manual," ujarnya.

Vielga melanjutkan, langkah selanjutnya yang dapat dilakukan UMKM untuk merambah pasar luar negeri adalah mempelajari apa yang diinginkan pasar di negara tujuan, misalnya terkait budaya atau kebiasaan masyarakat di negara tujuan.

Vielga mencontohkan, untuk bisa masuk ke Malaysia, maka dirinya melakukan penyesuaian desain kebaya dengan apa yang diinginkan konsumen Malaysia.

"Masyarakat Malaysia itu mereka suka yang kebaya yang panjang-panjang, karena di sini banyak Muslim. Jadi harus mencocokkan desain dengan style Muslim, lalu menyesuaikan jenis bahan, teknik bordir, hingga warna," kata dia.

Baca juga: Perkembangan kebaya dalam dunia fashion modern

Langkah lain yang tidak kalah penting, kata Vielga, adalah memperkuat jaringan media sosial.

Dia mengatakan dengan bantuan media sosial produk yang dimiliki dapat dikenal secara luas bahkan ke mancanegara. Dengan demikian peluang produk untuk dikenal dan disukai publik di luar negeri menjadi terbuka lebar.

Kebaya rancangan desainer Indonesia Vielga Wennida di Kuala Lumpur, Malaysia. (ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)

Dukungan KBRI

Terpisah Menteri Konselor/Koordinator Fungsi Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur Hendra Purnama Iskandar yang hadir dalam peresmian kerja sama Roemah Kebaya Vielga dengan Collabstore menyampaikan saran kepada UMKM yang ingin merambah pasar mancanegara.

Menurut Hendra, untuk merambah pasar luar negeri, UMKM harus berupaya menghasilkan produk yang terbaik.

"UMKM bisa masuk dengan catatan buatlah yang terbaik, jangan asal. Dan yang terbaik bukan berarti paling mahal, tapi sustainability-nya, lalu packaging menarik," kata Hendra kepada ANTARA.

Sebagai seorang diplomat yang telah bertugas selama empat tahun sebagai Menteri Konsuler, Hendra terbiasa memfasilitasi kemitraan pelaku usaha Indonesia dengan Malaysia melalui bussines matching.

Dia menyarankan agar pelaku usaha nasional senantiasa melihat apa yang diperlukan publik di negara tujuan.

"Jangan memaksakan bahwa 'oke, laku di Jakarta, laku di Bandung, pasti laku di Malaysia', itu belum tentu. Jadi kita harus pelajari selera pasar," kata Hendra.

"Kita lihat warna-warna kebaya Vielga ini, ini kan seperti biasa kita temukan misal di Malaka ya. Jadi betul-betul pelajari selera pasar," imbuhnya.

Lebih jauh Hendra menyampaikan KBRI KL berkomitmen terus mendorong dan membantu memfasilitasi UMKM Indonesia untuk bisa merambah pasar Malaysia. KBRI KL secara rutin juga melakukan peninjauan atas permintaan pasar Malaysia.

"Selama ini kami juga lihat, mereka masyarakat Malaysia kalau ke Indonesia beli apa saja sih. Dari situ, kita berpikir, kenapa enggak kita hadirkan di sini, untuk memperkenalkan wastra dan produk ekonomi kreatif Indonesia," jelas Hendra.

Baca juga: KBRI KL dukung ekspansi UMKM kebaya Indonesia ke pasar Malaysia

Baca juga: Indonesia Kaya promosikan pemakaian kebaya lewat Padel Berkebaya

Baca juga: Inspirasi padu padan kebaya Encim dengan gaya lebih modern


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Berita Terpopuler: Presiden Panggil Purbaya, Akan Ada Efisiensi MBG, Terkumpul Rp1,09 T dari Lelang Aset Koruptor
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Pembiayaan BNPL Melesat, Indodana Bidik Penambahan Nasabah di JFK 2026
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Pesawat Pengebom AS Jatuh dan Terbakar di Tengah Gurun, 8 Orang Tewas
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Foto: Iran Main Imbang saat Melawan Selandia Baru di Piala Dunia 2026
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Diskusi di UGM Berujung Ricuh, Wamentan Sudaryono Merasa Ada yang Memukul dan Melempar Air
• 12 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.