WASHINGTON, KOMPAS.TV - Pesawat pengebom B-52 Amerika Serikat (AS) jatuh usai lepas landas di Pangkalan Udara Edwards di California Selatan pada Senin (15/6/2026). Insiden tersebut menewaskan 8 penumpang pesawat.
Pesawat tersebut dilaporkan jatuh dan terbakar di Gurun Mojave sekitar pukul 11.20 waktu setempat. Pejabat militer AS menyatakan, pesawat militer ini sedang menjalankan latihan terbang rutin saat kejadian.
Personel militer AS dan kontraktor pemerintah dilaporkan berada di dalam pesawat. Boeing mengonfirmasi dua pegawainya menjadi korban kecelakaan.
Baca Juga: Trump Kesal Usai Ulah Netanyahu Bikin Kesepakatan AS-Iran Nyaris Gagal: Ia Pria Yang Sulit
Deputi komandan di Pangkalan Udara Edwards, Kolonel James Hayes, mengatakan penyebab kecelakaan belum diketahui. Hayes menyebut pesawat B-52 itu mendukung program modernisasi radar militer AS.
Pakar penerbangan AS, Jeff Guzzetti, menduga jatuhnya peawat terkait malfungsi kontrol penerbangan. Sebab, pesawat jatuh saat masih terbang rendah setelah lepas landas.
"Saya kira ini isu yang benar-benar bisa dikontrol. Apakah ini terkait kegagalan mesin, kegagalan kontrol penerbangan, atau kegagalan saat baru yang diuji coba, saya tidak yakin," kata Guzzetti dikutip Associated Press.
Guzzetti mengatakan kendati pesawat model B-52 telah dioperasikan selama lebih dari 70 tahun, tetapi uji coba peralatan baru menjadi tantangan tersendiri.
"Sebuah tes penerbangan selalu lebih berisiko dibanding operasi normal, itulah mengapa Anda memerlukan pilot yang dilatih secara khusus dan memiliki protokol keamanan tambahan," ucap Guzzetti.
Pesawat B-52 Stratofortress merupakan pesawat pengebom AS yang mulai dioperasikan sejak 1955. Pesawat ini didesain untuk mengangkut senjata nuklir dan konvensional, pernah diterjunkan dalam perang di Vietnam hingga Iran.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- pesawat pengebom as jatuh
- pesawat pengebom b 52 jatuh
- kecelakaan pesawat
- pesawat pengebom as
- amerika serikat





