Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara resmi membuka malam puncak perhelatan Festival Muharram 1448 Hijriah di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, pada Senin, 15 Juni 2026. Mewakili Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang tengah bertugas di Singapura, Rano menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan ruang refleksi dan syukuran besar bagi seluruh warga ibu kota.
Dalam pidato sambutannya, Rano menyebutkan bahwa kegiatan keagamaan ini sengaja digelar di ruang terbuka hijau sebagai bentuk rasa syukur sekaligus persiapan spiritual dalam menghadapi tonggak sejarah baru bagi ibu kota pada tahun mendatang.
"Kami sengaja melakukan Festival Muharram ini di luar. Jika dikatakan pesta, ini bukan pesta. Ini syukuran bahwa kita segera hijrah karena tahun depan Jakarta akan menuju 500 tahun. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama," ujar Rano dikutip dari Live Event Festival Muharram 1448 Hijriah, Metro TV.
Selain memaknai pergantian Tahun Baru Islam, Rano juga memanfaatkan momen tersebut untuk menyapa warga dan memperkenalkan pemimpin baru di wilayah setempat. Ia secara khusus meminta Wali Kota Jakarta Selatan yang baru, Safrin, untuk berdiri agar masyarakat dapat mengenal langsung kepala daerahnya. Bersamaan dengan itu, ia menginstruksikan jajaran pemerintah kota dan masyarakat untuk terus mempertahankan kebersihan serta ketertiban lingkungan.
Baca Juga :
Rano Karno Pastikan Obor Elektrik Tak Kurangi Kesakralan Tradisi 1 Muharam"Kami mengucapkan terima kasih kepada anak-anak kita para mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya dengan damai membuat Jakarta menjadi tenang. Juga berterima kasih kepada TNI dan Polisi yang membantu menjaga Jakarta. Alhamdulillah, tidak satu pun fasilitas umum kita rusak. Itu menandakan masyarakat Jakarta sudah dewasa," ucapnya.
Festival Muharram 1448 Hijriah yang telah berlangsung sejak Minggu, 14 Juni 2026 sukses menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai penjuru wilayah. Rangkaian perayaan memadukan edukasi rohani dan seni budaya dengan menghadirkan tausiah dari Ustaz Akri Patrio, lantunan selawat legendaris Hadad Alwi, harmonisasi grup nasyid Snada, hingga penampilan musik dari Jakarta Happy Voices dan penyanyi Jaz Hayat.




