TABLOIDBINTANG.COM - Banyak orang menganggap kebahagiaan datang ketika hidup sedang berjalan lancar. Namun, para ahli menilai kebahagiaan sejatinya bukan sekadar emosi sesaat, melainkan hasil dari kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
Psikolog Mark Travers mengungkap ada sejumlah kebiasaan sederhana berbasis sains yang terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan hidup dalam jangka panjang.
Temuan tersebut dirangkum dari berbagai penelitian psikologi modern yang menyoroti faktor-faktor pembentuk kebahagiaan.
"Kebahagiaan bukan hanya soal merasa senang, tetapi membangun kehidupan yang secara alami menghasilkan kebahagiaan," demikian pandangan yang dirangkum Travers, dikutip dari Forbes, Senin (15/6).
Lantas, kebiasaan apa saja yang bisa membuat seseorang lebih bahagia?
1. Menjaga Hubungan yang Berkualitas
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hubungan yang sehat dengan keluarga, pasangan, dan sahabat merupakan salah satu faktor terpenting dalam menentukan kebahagiaan seseorang.
Orang yang memiliki relasi sosial yang kuat cenderung lebih sehat secara fisik maupun mental. Sebaliknya, hubungan yang buruk dapat meningkatkan risiko stres dan kesepian.
Para peneliti menyebut kualitas hubungan dekat sebagai salah satu prediktor terbesar kebahagiaan sepanjang hidup.
2. Menghargai Waktu Lebih dari Uang
Peneliti dari Harvard Business School, Ashley Whillans, menemukan bahwa perasaan kekurangan waktu berkaitan dengan rendahnya kepuasan hidup dan kesehatan mental.
Sebaliknya, menggunakan uang untuk menghemat waktu—misalnya memanfaatkan jasa kebersihan atau layanan praktis—justru terbukti meningkatkan kesejahteraan.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) pada 2017 juga menemukan bahwa orang yang lebih memprioritaskan waktu dibanding barang cenderung merasa lebih puas dengan hidupnya.
3. Berani Mencoba Pengalaman Baru
Penelitian dalam jurnal Psychological Review pada 2022 memperkenalkan konsep psychological richness atau kekayaan psikologis.
Konsep ini menekankan pentingnya pengalaman baru yang menantang dan mampu mengubah cara pandang seseorang terhadap kehidupan.
Kehidupan yang memuaskan ternyata tidak selalu identik dengan kenyamanan. Pengalaman yang kompleks dan penuh tantangan justru dapat memperkaya makna hidup.
4. Gemar Membantu Orang Lain
Membantu sesama ternyata bukan hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga bagi pemberinya.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa memberi hadiah, berdonasi, atau menjadi relawan secara konsisten meningkatkan kesejahteraan subjektif seseorang.
Menurut para peneliti, membantu orang lain dapat memperkuat hubungan sosial sekaligus mengaktifkan sistem penghargaan di otak.
"Manusia secara alami berkembang dalam lingkungan yang saling bergantung," ungkap para peneliti dalam tinjauan sistematis yang dipublikasikan pada 2023.
5. Luangkan Waktu di Alam Terbuka
Para ahli menyarankan untuk menghabiskan setidaknya 120 menit setiap minggu di alam terbuka.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports pada 2019 menemukan bahwa orang yang menghabiskan minimal dua jam per minggu di lingkungan alami melaporkan kondisi kesehatan fisik dan psikologis yang lebih baik.
Menariknya, dua jam tersebut tidak harus dilakukan sekaligus. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki 20 menit setiap hari juga dinilai efektif.
Paparan alam dipercaya mampu menurunkan tingkat stres, mengurangi pikiran negatif berulang, serta membantu memulihkan fokus mental yang terkuras akibat rutinitas sehari-hari.
Pada akhirnya, para ahli menegaskan bahwa kebahagiaan bukan hanya soal pencapaian besar atau keberuntungan. Kesejahteraan hidup justru lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Dengan kata lain, rahasia hidup bahagia bukan sekadar mengejar rasa senang, melainkan menciptakan kehidupan yang memungkinkan kebahagiaan tumbuh dengan sendirinya.




