BMKG: Kemarau Makin Meluas di Indonesia Bagian Selatan, Hujan Lebat Masih Berpotensi Terjadi

kompas.tv
15 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi musim kemarau. (Sumber: Envato by Great_bru)

JAKARTA, KOMPAS.TV — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan musim kemarau mulai menguat di Indonesia, terutama wilayah bagian selatan. Hingga pertengahan Juni 2026, sebanyak 33,3 persen wilayah Zona Musim (ZOM) atau 233 ZOM telah memasuki musim kemarau.

Meski curah hujan mulai berkurang di sejumlah wilayah seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, BMKG mengingatkan hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia akibat pengaruh dinamika atmosfer regional.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Besok Selasa 16 Juni 2026: Lima Titik Siklonik Aktif, Tiga Provinsi Siaga Hujan

Berdasarkan pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut, sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan telah mengalami periode tanpa hujan kategori menengah hingga sangat panjang. Durasi tanpa hujan tercatat berada pada rentang 11–20 hari hingga 31–60 hari.

"Situasi tersebut menunjukkan bahwa pengurangan curah hujan mulai meluas dan perlu menjadi perhatian, terutama pada wilayah-wilayah yang memiliki kerentanan terhadap kekeringan meteorologis, penurunan ketersediaan air, serta peningkatan potensi suhu udara yang terasa lebih panas pada siang hari dan lebih dingin pada malam hingga pagi hari," tulis BMKG dalam pernyataannya, Senin (15/6/2026).

Di sisi lain, sejumlah wilayah Indonesia masih mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat. 

Pada periode 11–14 Juni 2026, BMKG mencatat curah hujan tinggi terjadi di beberapa daerah, seperti Sumatra Barat sebesar 139 mm per hari, Papua 94 mm per hari, Riau 89 mm per hari, Sulawesi Utara 79 mm per hari, Kalimantan Barat 77 mm per hari, dan Sulawesi Barat 63 mm per hari.

Fenomena hujan tersebut dipengaruhi aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial yang aktif di sebagian wilayah Sumatra, Sulawesi, dan Papua, serta Gelombang Kelvin di sebagian wilayah Sumatra. 

Selain itu, adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatra dan sekitar Selat Makassar turut membentuk daerah konvergensi serta belokan angin yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Baca Juga: Potensi Sebaran Awan Cumulonimbus di Indonesia 16–22 Juni 2026, Ini Rincian dari BMKG

Kemarau Diprediksi Makin Meluas

BMKG memperkirakan jumlah wilayah yang memasuki musim kemarau akan meningkat pada Dasarian III Juni 2026. 

Sifat hujan pada periode musim kemarau diprediksi cenderung di bawah normal di sebagian besar wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Kondisi tersebut dipengaruhi indikator El-Nino Southern Oscillation (ENSO) yang menunjukkan kecenderungan fase hangat dengan intensitas moderat di Samudra Pasifik tropis bagian tengah hingga timur.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV, bmkg.go.id

Tag
  • BMKG
  • musim kemarau 2026
  • cuaca Indonesia
  • prakiraan cuaca BMKG
  • hujan lebat
  • kemarau Jawa Bali Nusa Tenggara
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sejumlah Bangunan Rusak Akibat Gempa M 6,7 di Palu
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Ribuan ATM Tutup, Gulung Tikar Gara-Gara Aturan Baru Pemerintah
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Klasemen Grup G Piala Dunia 2026: Super Ketat! Belgia, Iran, Mesir, dan Selandia Baru Sama-Sama Kantongi 1 Poin
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Wamentan Sudaryono Bantah Kabur Saat Diskusi di UGM: Kami Datang untuk Berdialog
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Pencabulan Santri di Malang, Oknum Kiai Jadi Tersangka dan Ditahan
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.