Jerman Lirik SDM Indonesia untuk Isi Ribuan Kebutuhan Pekerja, Airlangga: Mereka Kekurangan Generasi Muda

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kunjungan delegasi bisnis Jerman ke Indonesia tidak hanya memburu peluang investasi di sektor mineral kritis dan manufaktur maju, Jerman juga membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengisi kebutuhan sumber daya manusia di negara tersebut.

Isu ketenagakerjaan bahkan menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan antara delegasi bisnis Jerman, pemerintah Indonesia, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang digelar usai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka.

Baca Juga :
Prabowo: Indonesia-Jerman Berkomitmen Kerja Sama Jaga Perdamaian Dunia
7 Alasan Jerman Layak Ditakuti di Piala Dunia 2026, Kandidat Juara Sudah Bangkit?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, delegasi bisnis Jerman menunjukkan ketertarikan besar terhadap potensi kerja sama ekonomi setelah rampungnya Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

“Pertemuan ini tindak lanjut dari pertemuan tadi di istana antara Presiden Prabowo dan Presiden Jerman. Dan Jerman membawa business delegation. Dan business delegation-nya tadi mengadakan pertemuan, terutama mereka menanyakan tentu pasca-EU CEPA ini nanti apa yang menjadi peluang untuk Indonesia,” ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).

Selain membahas perdagangan dan investasi, delegasi Jerman juga menyoroti kesiapan sumber daya manusia Indonesia. Menurut Airlangga, Jerman menghadapi tantangan serius akibat menyusutnya jumlah penduduk usia muda yang berpotensi memengaruhi kebutuhan tenaga kerja di masa depan.

“Dan yang kedua, mereka juga mengapresiasi terkait mungkin kesiapan human resource, mereka sangat terbuka. Dan Jerman kan salah satu negara yang jumlah generasi mudanya berkurang,” kata Airlangga.

Melihat peluang tersebut, pemerintah Indonesia langsung menawarkan pembahasan lebih lanjut melalui forum Joint Commission on Industry and Economy yang akan digelar pada September mendatang. Forum itu akan menjadi wadah penyusunan kerja sama penempatan tenaga kerja dan program pelatihan antara kedua negara.

“Jadi mereka ingin memanfaatkan itu dan tadi saya tawarkan dalam Joint Commission on Industry and Economy di bulan September mendatang kita bisa persiapkan rencana dua pihak untuk penempatan tenaga kerja ataupun pelatihan, baik itu orang Indonesia maupun Jerman,” ujarnya.

Airlangga mengatakan pemerintah juga telah meminta Kadin Indonesia untuk mengoordinasikan langkah-langkah persiapan kerja sama tersebut dengan dunia usaha.

Baca Juga :
Prabowo Ajak Jerman Investasi Hilirisasi hingga Kendaraan Listrik di Indonesia
Prabowo Bakal Perluas Peluang Karier Perawat Indonesia di Jerman
Indonesia-Jerman Sepakat Perkuat Kemitraan di Bidang Investasi hingga Ketenagakerjaan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Cerita Pengalaman Jalani Pelatihan di Jerman
• 4 jam laludetik.com
thumb
Cerita di Balik Loyalitas Nadeo Argawinata untuk Borneo FC, Berlanjut ke Musim ke-6
• 16 jam lalubola.com
thumb
Ditanya soal Motor Listrik Pengadaan Era Dadan Hindayana, Wakil Kepala BGN Beri Jawaban Ini
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Audiensi dengan Menko Perekonomian dan Kadin, Jerman Lirik SDM Indonesia untuk Isi Ribuan Kebutuhan Pekerja
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Danantara Raup USD1,5 Miliar dari Global Bond Perdana, Rosan: Bukti Kepercayaan Investor
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.