Kongo Laporkan Lonjakan Kasus Ebola, 782 Orang Terinfeksi dalam Sebulan

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Petugas kesehatan menyiapkan peti mati Angèle Muyumba Nsimire, seorang mahasiswi yang meninggal karena Ebola di Klinik Citadelle di Bunia, Kongo, Jumat, 12 Juni 2026. (Sumber: AP Photo/Moses Sawasawa)

KINSHASA, KOMPAS.TV — Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) terus meluas. Otoritas kesehatan setempat melaporkan lonjakan kasus harian tertinggi sejak wabah dinyatakan, dengan 72 kasus baru tercatat hanya dalam kurun waktu 24 jam.

Kementerian Kesehatan Kongo menyebut total kasus Ebola terkonfirmasi kini mencapai 782 orang. 

Baca Juga: Wabah Ebola Meluas di Uganda, Nakes Tertular hingga Transportasi dari Kongo Dihentikan

Dari jumlah tersebut, sebanyak 181 pasien meninggal dunia, termasuk 29 kematian baru yang dilaporkan dalam periode terakhir.

Pemerintah Kongo mengatakan peningkatan angka kasus menunjukkan penyebaran virus yang cepat.

Namun, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh meningkatnya upaya pengawasan dan penemuan kasus di lapangan.

“Anggota masyarakat melaporkan kasus yang dicurigai, dan tim respons sedang melakukan penyelidikan,” kata Kementerian Kesehatan Kongo melalui unggahan di platform X, dikutip dari Associated Press, Senin (15/6/2026).

Wabah ini berpotensi menjadi salah satu wabah Ebola terbesar dalam sejarah. 

Sebab, penyebaran virus diyakini telah berlangsung lebih lama sebelum akhirnya dikonfirmasi secara resmi pada 15 Mei 2026.

Disebabkan Jenis Virus Ebola yang Langka

Berbeda dengan sebagian besar wabah Ebola sebelumnya di Kongo, wabah kali ini disebabkan oleh jenis virus yang lebih jarang, yakni Bundibugyo virus.

Sementara itu, sebagian besar dari 16 wabah Ebola sebelumnya di Kongo disebabkan oleh jenis Zaire virus, yang menjadi varian paling dikenal dan telah memiliki vaksin.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi otoritas kesehatan karena respons terhadap wabah harus menyesuaikan dengan karakteristik virus yang berbeda.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Siaga Wabah Ebola di Kongo, RUKKI: Ada Risiko Berkembang Jadi Krisis Global

Hingga kini, tingkat kematian atau fatalitas kasus dalam wabah tersebut berada di angka sekitar 23 persen. Sebanyak 40 pasien dilaporkan telah pulih sejak wabah dimulai.

Salah satu tantangan terbesar dalam menghentikan penyebaran Ebola adalah proses pelacakan kontak atau contact tracing.

Kementerian Kesehatan Kongo menyebut cakupan pelacakan kontak saat ini berada di angka 56 persen, turun signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.

Belum ada penjelasan langsung terkait penyebab penurunan tersebut. 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Associated Press

Tag
  • wabah Ebola Kongo
  • kasus Ebola terbaru
  • virus Ebola
  • Ebola Afrika
  • wabah Ebola 2026
  • Ebola Republik Demokratik Kongo
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Bongkar Sindikat Narkoba yang Dikendalikan Napi, Selundupkan Sabu dan Ekstasi di Speaker
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Dokter Sebut Keringat Sangat Asin Bisa Menjadi Tanda Penyakit Genetik Langka
• 27 menit lalupantau.com
thumb
BGN Buka Peluang Anak SMA dari Kalangan Mampu Tak Dapat MBG
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Rehabilitasi Daerah Irigasi di Sinjai Digenjot, Gubernur Sulsel Targetkan Peningkatan Produktivitas Pertanian
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Tuntutan Mahasiswa di Demo DPR, Salah Satunya Minta Presiden Mundur dan Akui Kegagalan
• 1 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.