KINSHASA, KOMPAS.TV — Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) terus meluas. Otoritas kesehatan setempat melaporkan lonjakan kasus harian tertinggi sejak wabah dinyatakan, dengan 72 kasus baru tercatat hanya dalam kurun waktu 24 jam.
Kementerian Kesehatan Kongo menyebut total kasus Ebola terkonfirmasi kini mencapai 782 orang.
Baca Juga: Wabah Ebola Meluas di Uganda, Nakes Tertular hingga Transportasi dari Kongo Dihentikan
Dari jumlah tersebut, sebanyak 181 pasien meninggal dunia, termasuk 29 kematian baru yang dilaporkan dalam periode terakhir.
Pemerintah Kongo mengatakan peningkatan angka kasus menunjukkan penyebaran virus yang cepat.
Namun, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh meningkatnya upaya pengawasan dan penemuan kasus di lapangan.
“Anggota masyarakat melaporkan kasus yang dicurigai, dan tim respons sedang melakukan penyelidikan,” kata Kementerian Kesehatan Kongo melalui unggahan di platform X, dikutip dari Associated Press, Senin (15/6/2026).
Wabah ini berpotensi menjadi salah satu wabah Ebola terbesar dalam sejarah.
Sebab, penyebaran virus diyakini telah berlangsung lebih lama sebelum akhirnya dikonfirmasi secara resmi pada 15 Mei 2026.
Berbeda dengan sebagian besar wabah Ebola sebelumnya di Kongo, wabah kali ini disebabkan oleh jenis virus yang lebih jarang, yakni Bundibugyo virus.
Sementara itu, sebagian besar dari 16 wabah Ebola sebelumnya di Kongo disebabkan oleh jenis Zaire virus, yang menjadi varian paling dikenal dan telah memiliki vaksin.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi otoritas kesehatan karena respons terhadap wabah harus menyesuaikan dengan karakteristik virus yang berbeda.
Baca Juga: Pemerintah Diminta Siaga Wabah Ebola di Kongo, RUKKI: Ada Risiko Berkembang Jadi Krisis Global
Hingga kini, tingkat kematian atau fatalitas kasus dalam wabah tersebut berada di angka sekitar 23 persen. Sebanyak 40 pasien dilaporkan telah pulih sejak wabah dimulai.
Salah satu tantangan terbesar dalam menghentikan penyebaran Ebola adalah proses pelacakan kontak atau contact tracing.
Kementerian Kesehatan Kongo menyebut cakupan pelacakan kontak saat ini berada di angka 56 persen, turun signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.
Belum ada penjelasan langsung terkait penyebab penurunan tersebut.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Associated Press
- wabah Ebola Kongo
- kasus Ebola terbaru
- virus Ebola
- Ebola Afrika
- wabah Ebola 2026
- Ebola Republik Demokratik Kongo





