Rodri Sindir Permainan Tanjung Verde usai Tahan Spanyol di Piala Dunia 2026: Mereka Tak Bisa Lewati Lini Tengah

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Gelandang andalan Timnas Spanyol, Rodri, berbicara setelah hasil imbang melawan Tanjung Verde. Spanyol secara mengejutkan tertahan di laga pembuka Piala Dunia 2026.

La Furia Roja memulai petualangan mereka di Piala Dunia 2026 pada Senin (15/6/2026) malam WIB. Mereka menghadapi tim debutan, Tanjung Verde, di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta.

Baca Juga :
Striker Timnas Spanyol Mikel Oyarzabal Catat Sejarah Memalukan di Piala Dunia 2026 usai Ditahan Tanjung Verde
Before After Karier Gervane Kastaneer, Tahun Lalu Main untuk Persib, Kini Jadi Lawan Jerman di Piala Dunia 2026

Spanyol mendominasi aliran bola serta penciptaan peluang. Mereka mengalirkan bola sebesa r74 persen selagi melakukan 27 kali percobaan menembak.

Ada tujuh tembakan yang mengarah ke gawang, namun semuanya diselamatkan oleh kiper Vozinha. Di sisi lain, Tanjung Verde hanya menembak enam kali dengan satu tembakan saja yang mengarah ke gawang.

Setelah laga, Rodri mengutarakan rasa jengkelnya terhadap permainan Tanjung Verde. Permainan bertahan tim debutan Piala Dunia tersebut merepotkan Spanyol.

Namun, sang gelandang Manchester City juga menyadari kekurangan dari timnya. Dia mengatakan bahwa Spanyol perlu mengasah penyelesaian akhir.

"Memang bukan takdir kami. Tidak banyak yang perlu dikeluhkan. Kami tahu ini adalah pertandingan yang membutuhkan kesabaran. Mereka bermain bertahan dan kemudian mundur dengan sangat cepat,” katanya kepada La 1. 

“Kami tidak bisa mencetak gol. Kami menciptakan peluang tetapi tidak bisa menyelesaikannya. Hal positifnya adalah mereka hampir tidak menciptakan peluang apa pun melawan kami. Kami perlu meningkatkan penyelesaian akhir kami," tambahnya.

Lebih lanjut soal permainan Tanjung Verde, Rodri memaklumi permainan bertahan namun menyinggung bahwa mereka tidak bisa melewati lini tengah yang dikawal olehnya. 

"Begitulah cara mereka bermain. Mereka tidak bisa melewati lini tengah. Ini masalah meningkatkan penyelesaian akhir kami," tandasnya.

Kini, Spanyol perlu bangkit selekas mungkin. Mereka ditunggu oleh Arab Saudi yang akan menjadi lawan pada hari Minggu (21/6/2026) malam WIB mendatang. (rda)

Baca Juga :
Lamine Yamal Cuma Cadangan, Pelatih Spanyol Langsung Bicara soal Final Piala Dunia 2026 usai Ditahan Tanjung Verde
Dalih Pelatih Timnas Spanyol usai Gagal Kalahkan Tim Debutan di Piala Dunia 2026: Bolanya Tak Mau Masuk
Kejutan Berlanjut di Piala Dunia 2026, Belgia Hampir Takluk di Tangan Mesir Sebelum 'Diselamatkan' Romelu Lukaku

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Riset LPEM UI: Platform Digital Bentuk Pilihan Konsumen Lewat Algoritma
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Momen Gibran Buka Pintu Dialog dengan Massa Mahasiswa di Kantor Wapres
• 20 jam laludetik.com
thumb
Pemerintah Menegaskan Deregulasi dan Hilirisasi sebagai Kunci Pemulihan Ekonomi serta Penguatan Kepercayaan Investor
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Kiper 199 Cm Berdarah Surabaya Jadi Incaran Klub Top Eropa, Berpotensi Satu Tim dengan Mees Hilgers
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Mantan Kekasih Anak Korban Jadi Otak Percobaan Penculikan Lansia di PIK
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.