Misteri Interior Pagoda China Tertua Di Dunia Berusia 1.000 Tahun Akhirnya Terungkap Lewat AI

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengunjung kini dapat menjelajahi bagian-bagian tersembunyi Pagoda Kayu Yingxian di Provinsi Shanxi, China utara, yang selama lebih dari satu dekade tertutup untuk umum. Bukan dengan menaiki tangga bangunan berusia hampir seribu tahun itu, melainkan melalui teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pengalaman digital imersif yang membuat wisatawan seolah benar-benar berada di dalamnya.

Ruang pengalaman digital yang baru dibuka di kawasan wisata Pagoda Kayu Yingxian memungkinkan pengunjung menyusuri setiap lantai bangunan ikonik tersebut secara virtual. Tanpa menggunakan headset maupun perangkat khusus, pengunjung diajak memasuki replika digital pagoda dan menikmati perjalanan audiovisual yang menghadirkan detail arsitektur secara realistis.

Baca Juga
  • Jelang 1 Muharram 1448 H, Jamaah Bisa Saksikan Pergantian Kiswah Ka'bah di Masjidil Haram
  • MK Targetkan Perkara Gugatan Terhadap Program MBG Diputus Bulan Depan
  • Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa, Klaim Namanya Dicatut

Cahaya matahari yang menembus koridor, patung-patung kuno, plakat bersejarah, hingga tangga kayu divisualisasikan dengan tingkat ketelitian tinggi. Pengalaman tersebut membuat banyak pengunjung merasa seperti benar-benar berada di dalam bangunan bersejarah yang menjadi salah satu kebanggaan peradaban China.

"Fantastis. Akhirnya saya bisa melihat harta karun yang tersembunyi di dalam menara," tulis seorang pengunjung di media sosial setelah mencoba pengalaman digital tersebut.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pagoda Kayu Yingxian dikenal sebagai pagoda kayu bertingkat tertua dan tertinggi di dunia yang masih berdiri hingga saat ini. Bangunan bersejarah tersebut memiliki sembilan tingkat, terdiri atas lima lantai yang terlihat dari luar dan empat lantai tersembunyi di bagian dalam struktur.

Namun, kerusakan akibat peperangan dan perubahan struktur selama berabad-abad membuat bangunan itu mengalami kemiringan yang cukup signifikan. Demi menjaga kelestariannya, otoritas warisan budaya China menutup akses ke lantai-lantai atas bagi wisatawan sejak lebih dari 10 tahun lalu.

Kondisi itu memunculkan dilema antara kebutuhan konservasi dan keinginan publik untuk menikmati secara langsung keindahan interior pagoda. Untuk menjawab tantangan tersebut, pengelola situs bekerja sama dengan sejumlah institusi teknologi mengembangkan proyek "Pengalaman Imersif Multimodal AI Plus di Pagoda Kayu Yingxian".

Menurut Yang Yinkai, pihak yang bertanggung jawab atas presentasi digital proyek tersebut, teknologi utama yang digunakan adalah sistem CAVE lima layar yang menciptakan sensasi visual sepenuhnya imersif. Teknologi ini memungkinkan pengunjung merasa melayang dan bergerak di dalam bangunan tanpa harus memasuki struktur aslinya.

Sepanjang perjalanan virtual, pengunjung memperoleh penjelasan mengenai sejarah, konstruksi, dan nilai budaya pagoda melalui kombinasi narasi interaktif, animasi, serta tampilan grafis tiga dimensi.

Berbagai detail yang selama ini sulit diamati dalam kunjungan biasa juga dapat ditampilkan secara lebih jelas. Plakat yang tergantung tinggi, prasasti restorasi yang tersembunyi di sudut bangunan, hingga struktur sambungan kayu tradisional dapat diamati dari jarak dekat melalui simulasi digital.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Xinhua
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korea Utara Kian Keras Hadapi Seruan Denuklirisasi, Sebut Sebagai Khayalan Kosong
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Populer: Selat Hormuz akan Dibuka 19 Juni 2026; Kesepakatan Kerja Sama RI-Jerman
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Ketahanan Pangan Menguat, Menteri Pertanian Menyatakan Beras Tak Lagi Menjadi Penyumbang Utama Inflasi
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Tutup Demo DPR, Mahasiswa Kompak Nyanyikan Lagu Tanah Airku: Renungkan dalam Hati Kita
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Tak Ada Anggaran Hibah, Ketua DPRD Sulsel Upayakan Dana NPCI Lewat APBD Perubahan
• 18 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.