Bisnis.com, SURABAYA – Ratusan masyarakat sipil yang tergabung dalam 'Aliansi Surabaya Menggugat' mengadakan demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, tepatnya kawasan Taman Apsari, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (15/6/2026) petang.
Pantauan Bisnis, mereka tampak berkumpul sembari membawa berbagai poster bertuliskan protes serta tuntutan bernada satir kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Berbagai media yang dibawa massa aksi tersebut mencerminkan keadaan sosio-ekonomi yang saat ini sedang terjadi di tanah.
Sejumlah poster maupun spanduk yang diperlihatkan itu antara lain bertuliskan "BBM Naik, Rakyat Tercekik", "Rupiahku Meluncur, Presidennya Meroket ke Luar Negeri", "MBG Maruk Biaya Gede", hingga "19 Juta Lapangan Pekerjaan untuk TNI/Polri".
Tak hanya itu, massa aksi juga secara bergiliran menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara di tengah area taman.
Bahkan, pedagang kaki lima yang berada di sekitar Taman Apsari juga turut menyuarakan keresahannya terkait dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta melonjaknya harga bahan pokok yang berdampak pada kehidupan kaum marjinal.
Baca Juga
- Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan akan Tetap Stagnan
- Terapkan Pembayaran Digital, Pemkot Surabaya Klaim PAD Retribusi Parkir Terdongkrak hingga 10%
- Unsur Masyarakat Sipil Surabaya Gelar Demonstrasi di Depan Grahadi, Ini Tuntutannya
"Saya ikut [jualan] gerobak kayak gini saya tunjukkan kalo saya bisa jualan kayak gini, tolong pak, kangan naikkan harga, tolong, lihat orang-orang, pedagang kecil seperti saya, tolong turunkan semua, enggak cuma BBM, tapi juga sembako, cabai," kata salah seorang penjual kopi keliling, Ike Wijayanti.
Muhammad Ichsan Aditya Koordinator Lapangan "Aliansi Surabaya Menggugat" menjelaskan massa aksi menyuarakan 8 tuntutan utama yang terdiri atas berbagai persoalan pada bidang politik pemerintahan, hukum tata negara, hingga makroekonomi yang carut-marut.
Ichsan menyatakan massa aksi beranggapan bahwa penyusunan serta pengesahan terhadap UU Polri dilakukan secara serampangan.
Sementara, keberadaan UU TNI dapat berpeluang besar melanggengkan praktik dwifungsi yang telah dihapuskan sejak masa Reformasi '98.
"Kami dari Alliansi Surabaya Menggugat untuk di antaranya membawa 8 tuntutan paling krusial yang hari ini respons dari kami ketika Undang-Undang Polri disahkan secara ugal-ugalan, dan ketika UU TNI [disahkan] tahun 2025 menjadi karpet merah bagi praktik militerisme yang hari ini makin meluas dan masif," ungkapnya.
Selain di bidang pemerintahan dan hukum, Ichsan menjelaskan pihaknya juga menuntut pemerintah untuk segera menghentikan program-program yang berpotensi menguras kas negara, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
"Dan tentunya juga bagian respons dari kami terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, dan segala program pemerintahan yang dilakukan tidak secara melalui perencanaan yang matang, dan melalui proses riset akademik," bebernya.
Lebih lanjut, Ichsan menyebut bahwa massa aksi menuntut penurunan harga BBM, penguatan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, hingga penghentian eksploitasi alam.
"Ini juga respons kami atas kondisi stabilitas ekonomi yang hari ini kian mencemaskan karena angka rupiah mendekati Rp18.000, dan tentunya ini prediksi dari ekonom tentunya kita melihat bisa sampai angka Rp22.000. Atas kondisi ini, kita melihat mulai ada dampak kenaikan BBM. Kita tidak bisa membayangkan ketika kita telah kehabisan stok dan lainnya, tentu krisis bisa terjadi di segala sektor, mulai dari ekonomi atas dasar pemborosan APBN dan lain-lain, atas dasar pemborosan APBN yang telah dilakukan oleh pemerintah," ujarnya.
Lewat aksi tersebut, ia berharap agar warga Surabaya dan sekitarnya dapat peka dan semakin peduli terhadap isu-isu kerakyatan dan kesejahteraan sosial yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
"Tentunya kami mengharapkan adanya komitmen dari pemerintah atas apa yang terjadi di situasi ekonomi hari ini. Ini bagian respons kami, respons rakyat Surabaya dalam Gerakan Rakyat Surabaya, yang tentunya kita harapkan bisa ada aksi ke depannya yang lebih masif lagi," pungkasnya.
1781570444_d8b304c4-8fa0-446a-a49d-3ddfde9004fe.





