Grid.ID - Seorang Demonstran dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sempat diamankan aparat di tengah aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI. Selama diamankan aparat, pria tersebut mengaku kena pukul dan diajak berantem oleh Polisi.
Jawan Pali, demonstran GMNI dibawa Aparat selama kurang lebih 30 menit di tengah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI. Selama diamankan itu, Jawan Pali mengaku mengalami kekerasan.
“Untuk kekerasan sih, cuman diajakin berantem doang. Tapi berantemnya cuman, ya selayaknya polisi kalau nggak ada di media, Bang,” ujar Jawan Pali di depan Gedung DPR, Senin (14/6/2026).
Pria berambut gondrong itu mengaku kena pukul aparat. “Ya cuman sembarang dipukul, dan kekerasannya cuman, ya, kayak gitu doang sih,” ujarnya.
Dia menyebutkan bagian tubuhnya yang terkena pukul yaitu perut dan bahu."Dipukulin di bagian perut sama di bagian sini doang (bahu),” tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, aparat Kepolisian menciduk seorang pria anggota GMNI di tengah aksi unjuk rasa. Saat itu, sejumlah Polisi langsung berkerumun di tengah mahasiswa saat demonstran hendak membakar ban.
Aksi aparat itupun memicu emosi para demonstran lainnya. Para anggota GMNI meminta kawan mereka dikembalikan dalam waktu 5 menit.
Mereka juga mengancam akan bergerak menuju Mabes Polri apabila kawan mereka tak dikembalikan secepatnya. Selang kurang lebih 30 menit, Jawan Pali pun dikembalikan.
Saat dikembalikan di tengah demonstran, Jawan Pali terlihat lebih lemas. Pakaian yang dikenakan juga tampak kotor. (*)
Artikel Asli




