Jepara: Sejumlah warga dari berbagai daerah memadati Sendang Bidadari yang berada di Dukuh Krajan RT01 RW01, Desa Daren, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, pada malam Satu Suro atau Tahun Baru Muharram. Mereka datang untuk membasuh diri atau mandi di sendang yang telah menjadi tradisi rutin setiap tahun.
Pengunjung dari Jepara, Kudus, Pati, hingga Grobogan tampak mengantre di sumber mata air yang memiliki luas sekitar 4 x 3 meter. Anak-anak, remaja, hingga orang tua bergiliran membasuh muka atau mandi menggunakan air sendang yang dipercaya membawa keberkahan. Sebagian lainnya datang untuk mencuci benda pusaka.
Salah seorang pengunjung, Ukriyana, 40, warga Desa Daren, mengaku rutin mendatangi Sendang Bidadari setiap malam pergantian tahun Hijriah. Menurutnya, air sendang dipercaya dapat menjadi sarana untuk memperoleh berbagai harapan baik, meskipun tetap harus disertai dengan usaha dan doa.
"Setiap tahun memang orang-orang datang ke sini. Dipercaya bisa membuat awet muda, membuat tampan bagi laki-laki, dan cantik bagi perempuan. Tinggal cuci muka atau mandi di sini," kata Ukriyana, Selasa, 16 Juni 2026.
Ketua Pelaksana Kirab Malam 1 Muharram 1448 Hijriah di Sendang Bidadari, M. Ulin Nidhom, menjelaskan rangkaian kegiatan diawali dengan kirab budaya yang melibatkan masyarakat setempat. Setelah itu, sejumlah prosesi adat dan keagamaan digelar sebelum sendang dibuka untuk umum.
Baca Juga :
"Ada selamatan, manakiban, pemotongan tumpeng, kemudian manganan atau makan bersama. Setelah itu baru sendang dibuka untuk masyarakat," jelas Ulin.
Ia mengatakan, sebagian masyarakat meyakini bahwa mandi atau sekadar membasuh muka di Sendang Bidadari dapat menjadi perantara terkabulnya berbagai hajat. Mulai dari urusan kecantikan, jodoh, hingga harapan-harapan lainnya. Namun menurutnya, keyakinan tersebut kembali kepada masing-masing individu.
"Kalau soal dipercaya bisa untuk kecantikan, jodoh, ataupun lainnya, itu kembali lagi pada diri masing-masing. Yang jelas sendang ini sudah ada sejak dulu dan airnya tidak pernah surut," kata Ulin.
Ilustrasi freepik
Ulin menambahkan, puncak kegiatan biasanya berlangsung tepat saat pergantian hari, yakni sekitar pukul 00.00 WIB. Pada waktu tersebut, jumlah pengunjung yang datang ke sendang umumnya mencapai puncaknya.
Selain mandi di sendang, warga juga berburu berkat yang dibagikan saat prosesi selamatan. Makanan yang telah didoakan bersama itu diyakini sebagian masyarakat dapat membawa keberkahan dalam menjalani tahun yang baru.




