Ringkasan Berita:
- Piala Wali Kota Surabaya 2026 digelar di UM Surabaya pada 13–14 Juni 2026.
- Turnamen menjadi ajang pemanasan dan pemetaan atlet menuju Porprov Jatim 2027.
- ESI Surabaya menegaskan esports merupakan cabang olahraga yang memiliki jalur prestasi.
- Kompetisi mendapat dukungan berbagai pihak dan dipantau langsung Ketua ESI Jawa Timur.
Surabaya (beritajatim.com) – Turnamen Piala Wali Kota Surabaya 2026 menjadi momentum penting bagi Esports Indonesia (ESI) Kota Surabaya dalam mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Kompetisi yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya pada 13–14 Juni 2026 itu diikuti ratusan gamer muda berbakat dari berbagai daerah.
Ajang yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-733 Kota Surabaya tersebut dimanfaatkan ESI Surabaya untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus memperluas basis pembinaan esports di Kota Pahlawan.
Ketua ESI Kota Surabaya, Achmad Nurjayanto, mengatakan turnamen ini merupakan langkah awal dalam mempersiapkan atlet menuju Porprov Jatim 2027 yang akan digelar di Surabaya.
“Turnamen ini menjadi bagian dari persiapan dan pemanasan menuju Porprov 2027 yang akan digelar di Surabaya. Kami ingin memberikan ruang kompetisi yang sehat bagi para atlet sekaligus melihat perkembangan kemampuan mereka,” ujar Achmad Nurjayanto, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, perkembangan esports saat ini telah mengubah pandangan masyarakat yang selama ini menganggap bermain gim hanya sebagai aktivitas hiburan. Kini, esports telah berkembang menjadi cabang olahraga yang memiliki sistem pembinaan dan jenjang prestasi yang jelas.
ESI Surabaya, kata Achmad, akan terus melakukan pemetaan terhadap atlet-atlet potensial agar mampu berkembang menjadi pemain berprestasi yang dapat bersaing di level regional hingga nasional.
“Esports saat ini telah menjadi cabang olahraga yang diakui dan memiliki jalur prestasi yang jelas. Karena itu, kami ingin membangun pemahaman bahwa esports bukan hanya permainan, tetapi juga arena kompetisi yang membutuhkan disiplin, latihan, dan pembinaan yang berkelanjutan,” katanya.
Penyelenggaraan Piala Wali Kota Surabaya 2026 mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai Universitas Muhammadiyah Surabaya, Langit Karya Management, Ashley Sound, BSM Rental, Telkom, AXIS, PDAM Surya Sembada, Pemerintah Kota Surabaya, KONI Surabaya, hingga ESI Jawa Timur.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi bukti semakin besarnya perhatian terhadap perkembangan esports sebagai bagian dari olahraga prestasi sekaligus industri kreatif berbasis digital.
“Dukungan dari berbagai pihak menunjukkan bahwa esports semakin mendapat perhatian dan menjadi bagian dari pembangunan olahraga prestasi di Surabaya. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut untuk melahirkan atlet-atlet esports yang mampu berprestasi di tingkat regional maupun nasional,” tuturnya.
Atmosfer persaingan selama dua hari pelaksanaan turnamen berlangsung ketat. Ratusan peserta saling menunjukkan kemampuan strategi, kerja sama tim, dan keterampilan bermain untuk menjadi yang terbaik.
Kompetisi tersebut juga mendapat perhatian langsung dari Ketua Umum Pengurus Provinsi Esports Indonesia (ESI) Jawa Timur, Brigjen TNI Murbianto Adhy Wibowo, yang hadir memantau jalannya pertandingan sekaligus melihat perkembangan atlet-atlet muda Surabaya.
Kehadiran pimpinan ESI Jawa Timur itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet sejak dini agar Surabaya memiliki kesiapan menghadapi Porprov Jatim 2027.
“Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet muda sekaligus memperluas basis talenta esports Kota Surabaya menjelang Porprov 2027,” pungkasnya. [asg/beq]




