Nvidia Terbitkan Obligasi USD25 Miliar, Permintaan Investor Tembus USD85 Miliar

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Nvidia Corporation (NVDA) menghimpun dana sebesar USD25 miliar melalui penerbitan obligasi di Amerika Serikat.

Nvidia Terbitkan Obligasi USD25 Miliar, Permintaan Investor Tembus USD85 Miliar (Foto; Ilustrasi)

IDXChannel - Nvidia Corporation (NVDA) menghimpun dana sebesar USD25 miliar melalui penerbitan obligasi di Amerika Serikat. Langkah ini menjadi aksi pendanaan melalui pasar utang pertama perusahaan sejak 2021.

Mengutip Reuters, Selasa (16/6/2026), nilai penerbitan tersebut lebih besar dibanding rencana awal yang dipatok sekitar USD20 miliar. Tingginya minat investor mendorong Nvidia meningkatkan target penghimpunan dana menjadi USD25 miliar.

Baca Juga:
Saham Nvidia dkk Tekan Wall Street, Nasdaq Anjlok 1,98 Persen

Bahkan, permintaan investor terhadap obligasi tersebut mencapai sekitar USD85 miliar atau lebih dari tiga kali lipat nilai penerbitannya Obligasi Nvidia diterbitkan dalam tujuh seri dengan tenor berbeda, yang jatuh tempo hingga tahun 2056. Mayoritas permintaan disebut berasal dari investor domestik Amerika Serikat.

Sumber Reuters menyebut penerbitan obligasi ini cukup mengejutkan pasar lantaran Nvidia tidak banyak memberikan sinyal sebelumnya. Perusahaan juga tercatat sudah lima tahun tidak mengakses pasar obligasi berperingkat investasi. Terakhir, Nvidia menerbitkan obligasi senilai USD5 miliar pada Juni 2021.

Baca Juga:
Bos Chip Dunia Hadiri Pameran Teknologi Terbesar di Asia, Mulai dari Nvidia hingga Intel

Juru bicara Nvidia mengatakan dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk keperluan umum perusahaan, termasuk pelunasan dan pembiayaan kembali (refinancing) surat utang yang masih beredar.

Salah satu sumber menyebut tujuan utama aksi korporasi tersebut lebih untuk membangun tolok ukur biaya kredit (credit benchmark) yang likuid, bukan untuk mendanai belanja modal dalam jumlah besar.

Nvidia juga membatasi nilai penerbitan pada level USD25 miliar guna menjaga spread kredit tetap rendah, berbeda dengan sejumlah perusahaan teknologi raksasa atau hyperscalers yang agresif mencari pendanaan untuk investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Belanja AI perusahaan teknologi global diperkirakan terus meningkat. Pengeluaran gabungan untuk pengembangan AI diproyeksikan melampaui USD700 miliar sepanjang 2026, naik dari sekitar USD400 miliar pada 2025.

Sejumlah perusahaan teknologi besar juga mulai aktif memanfaatkan pasar utang. Meta Platforms pada Oktober lalu mengajukan penerbitan obligasi hingga USD30 miliar, sementara Alphabet bulan lalu mengungkap rencana penerbitan obligasi dalam denominasi yen Jepang untuk pertama kalinya.

Meski tidak membangun pusat data berskala besar seperti para hyperscalers, Nvidia tetap menikmati lonjakan permintaan berkat dominasi chip AI yang digunakan untuk melatih dan menjalankan model kecerdasan buatan yang semakin canggih.

Untuk mempertahankan posisinya di industri AI yang berkembang pesat, Nvidia terus meningkatkan investasi dalam pengembangan prosesor tercanggih dengan meluncurkan generasi chip baru setiap tahun.

Per kuartal yang berakhir pada April 2026, Nvidia memiliki kas dan setara kas sebesar USD13,24 miliar. Saham Nvidia ditutup menguat 3,3 persen pada perdagangan Senin (15/6/2026). Dalam transaksi ini, Goldman Sachs, JPMorgan, dan Morgan Stanley bertindak sebagai penjamin emisi (bookrunner).

(Shifa Nurhaliza Putri)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS dan Iran Sepakat Akhiri Konflik, Kesepakatan Rahasia 14 Poin Mulai Terungkap
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
Soroti Program MBG, Emir Qatar Bakal Kunjungi Indonesia pada Akhir 2026
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Brimob Gagalkan Tawuran di Bekasi, 18 Remaja dan Bom Molotov Diamankan
• 53 menit lalutvonenews.com
thumb
QRIS BRI Membantu Produk Lokal Menjangkau Pasar Lebih Luas
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Halal Food Festival di Taman Bendera Pusaka Manjakan Warga
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.