Jakarta: Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan proses penyusunan laporan keuangan Danantara masih berlangsung sehingga belum dapat dipublikasikan.
Rosan menjelaskan, penyusunan laporan keuangan Danantara memiliki kompleksitas yang berbeda dibandingkan perusahaan pada umumnya. Hal itu karena badan pengelola investasi tersebut harus mengonsolidasikan lebih dari 1.000 perusahaan.
"Ini kan kita mengonsolidasikan lebih dari 1.000 perusahaan, itu yang pertama. Nah, sesuai Undang-Undang Perseroan Terbatas, laporan keuangan itu kalau bukan perusahaan terbuka, batasnya sampai akhir Juni, sampai pertengahan Juni," ujar Rosan Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Antara, Selasa, 16 Juni 2026.
Meski laporan final belum dirilis, Rosan memastikan seluruh data keuangan Danantara telah disampaikan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk proses audit.
Ia menegaskan Danantara tidak menutup akses informasi terkait kondisi keuangan perusahaan. Menurut dia, data keuangan selalu ditampilkan saat perusahaan melakukan promosi investasi kepada calon penanam modal.
Baca juga: Danantara Komitmen Bersihkan Laporan Keuangan Seluruh BUMN
(Wisma Danantara Indonesia. Foto: dok Danantara)
Komitmen transparansi
Rosan menekankan Danantara berkomitmen menjaga keterbukaan dan transparansi dalam pengelolaan laporan keuangan.
"Kita tampilkan data-data kita dan mereka (calon investor) juga bisa melihat, bisa menghitung, bisa menganalisis laporan keuangan yang kita keluarkan, walaupun itu belum diaudit oleh BPK," tegas Rosan.
Ia menambahkan, data keuangan yang dipaparkan dalam berbagai forum investasi mendapat respons positif dari calon investor.
Rosan menyampaikan laporan keuangan Danantara akan dipublikasikan setelah seluruh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) badan usaha milik negara (BUMN) selesai digelar pada akhir Juni.
Laporan tersebut akan menjadi hasil konsolidasi seluruh laporan keuangan BUMN yang berada di bawah pengelolaan Danantara.




