Jakarta, VIVA – Saat membeli monitor atau televisi, sebagian pengguna mungkin pernah melihat dua jenis port yang umum digunakan, yakni HDMI dan DisplayPort. Keduanya sama-sama berfungsi mengirimkan sinyal audio dan video digital, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda.
HDMI atau High-Definition Multimedia Interface lebih sering ditemukan pada televisi, konsol game, hingga perangkat streaming. Sementara DisplayPort umumnya hadir pada monitor komputer dan perangkat yang ditujukan untuk produktivitas maupun gaming.
Dari sisi kemampuan teknis, disadur dari Slashgear, Selasa 16 Juni 2026, DisplayPort sering dianggap lebih unggul. Versi terbaru DisplayPort 2.1 mendukung bandwidth hingga 80 Gbps, lebih tinggi dibanding HDMI 2.1 yang memiliki bandwidth maksimum 48 Gbps.
Bandwidth yang lebih besar memungkinkan DisplayPort menangani resolusi dan refresh rate lebih tinggi. Teknologi ini bahkan mampu mendukung tampilan 8K tanpa kompresi pada kondisi tertentu.
Selain itu, DisplayPort mendukung fitur seperti daisy chaining, yaitu kemampuan menghubungkan beberapa monitor menggunakan satu port. Fitur ini banyak dimanfaatkan oleh pengguna profesional yang membutuhkan lebih dari satu layar kerja.
DisplayPort juga kompatibel dengan teknologi sinkronisasi adaptif seperti AMD FreeSync dan Nvidia G-Sync. Kehadiran fitur tersebut membantu mengurangi screen tearing saat bermain gim.
Meski demikian, HDMI terus berkembang dan kini memiliki kemampuan yang tidak kalah canggih. HDMI 2.1 misalnya sudah mendukung resolusi 4K pada refresh rate 120Hz, variable refresh rate (VRR), serta format HDR seperti Dolby Vision dan HDR10+.
Kemampuan tersebut membuat HDMI sangat memadai untuk kebutuhan hiburan modern. Konsol game generasi terbaru seperti PlayStation 5 dan Xbox Series X juga mengandalkan HDMI untuk menghadirkan pengalaman bermain gim beresolusi tinggi.
Lalu mengapa DisplayPort yang lebih unggul di atas kertas justru jarang ditemukan pada smart TV? Salah satu alasannya adalah dominasi HDMI yang telah hadir lebih dahulu dan diadopsi secara luas oleh industri televisi.
Hampir semua perangkat hiburan rumah, mulai dari set-top box, konsol game, hingga pemutar Blu-ray menggunakan HDMI. Karena itu, produsen TV dinilai tidak memiliki alasan kuat untuk menambahkan DisplayPort yang lebih banyak digunakan di komputer.





