TEL AVIV, KOMPAS.TV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan tidak akan menarik pasukan dari wilayah Lebanon yang diduduki kendati Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan kesepakatan dengan Iran.
Netanyahu bersikeras pasukan Israel akan tetap menduduki "zona penyangga" di Lebanon dan Suriah. Dia pun menyatakan Tel Aviv akan terus memerangi "sayap teror Iran" setelah kesepakatan tercapai.
"Kami akan tetap berada di zona penyangga keamanan Lebanon selama yang diperlukan," kata Netanyahu, Senin (15/6/2026), dikutip Al Jazeera.
Militer Israel dilaporkan telah menduduki sekitar 570 km persegi wilayah Lebanon. Serangan Israel ke Lebanon sejak Maret lalu diberitakan telah menewaskan lebih dari 3.000 orang.
Baca Juga: Trump Kesal Usai Ulah Netanyahu Bikin Kesepakatan AS-Iran Nyaris Gagal: Ia Pria Yang Sulit
Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shebaz Sharif menyatakan kesepakatan yang ditandatangani AS dan Iran mencakup Lebanon. Sharif menyebut kesepakatan ini meliputi poin penghentian operasi militer di semua front, termasuk Lebanon.
Pernyataan Netanyahu pun dinilai menambah tekanan terhadap implementasi kesepakatan yang disebut bakal ditandatangani AS dan Iran pada Jumat (19/6/2026) mendatang.
Sebaliknya, Netanyahu dilaporkan ditekan kalangan ekstremis sayap kanan Israel. Kelompok sayap kanan Israel disebut khawatir kesepakatan AS-Iran akan memaksa Tel Aviv menghentikan pendudukan di Lebanon, Suriah, dan Gaza.
Pada Senin, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan pihaknya akan mempertahankan posisi militer Israel di wilayah Lebanon yang diduduki.
"Kami menolak penarikan pasukan Israel dari Lebanon di tengah tekanan saat ini dan pada masa mendatang," kata Katz.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Al Jazeera
- benjamin netanyahu
- kesepakatan as iran
- lebanon
- Israel
- Iran
- Israel duduki Lebanon





