Purbaya Sebut Perdamaian AS-Iran Buka Peluang Realokasi Anggaran Subsidi Energi

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri konflik bersenjata berpotensi mengurangi tekanan fiskal terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya pada belanja subsidi energi.

Menurut Purbaya, meredanya ketegangan geopolitik antara kedua negara menjadi sentimen positif bagi pengelolaan fiskal karena dapat menekan risiko lonjakan harga minyak dunia yang selama ini membebani anggaran subsidi dan kompensasi energi.

Pemerintah sebelumnya telah mengantisipasi potensi gejolak harga energi global dengan menyisihkan sebagian anggaran untuk kebutuhan subsidi energi. Jika harga minyak kembali stabil seiring tercapainya perdamaian, ruang fiskal yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mendukung program-program prioritas pemerintah.

“Kan kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi. Sehingga akan jauh berkurang. Ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh Presiden,” kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Berdasarkan data APBN hingga 31 Mei 2026, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) tercatat meningkat dari asumsi awal tahun sebesar US$70 per barel menjadi US$91,9 per barel secara year-to-date (YtD).

Kenaikan harga minyak yang disertai pelemahan nilai tukar rupiah turut mendorong peningkatan beban subsidi dan kompensasi energi. Hingga akhir Mei 2026, total belanja subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp203,7 triliun atau melonjak 208,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, Purbaya menegaskan pemerintah belum akan terburu-buru melakukan penyesuaian terhadap postur APBN. Pemerintah masih akan mencermati perkembangan kondisi global serta dampaknya terhadap perekonomian nasional sebelum mengambil langkah lanjutan.

Menurutnya, setiap penyesuaian kebijakan fiskal akan mempertimbangkan dinamika pasar energi dan kondisi ekonomi secara menyeluruh.

“Jadi kita lihat seperti apa, dan baru kita sesuaikan,” ucapnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan bahwa kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran telah tercapai setelah melalui proses negosiasi intensif selama beberapa bulan. Pakistan diketahui berperan sebagai mediator dalam perundingan tersebut dengan dukungan Qatar.

Baca Juga: AS dan Iran Damai, Purbaya Bisa Ikut Sedikit Lega

Melalui akun resmi X miliknya, @CMShehbaz, Sharif menyampaikan bahwa kedua negara telah menyepakati penghentian seluruh operasi militer, termasuk yang berkaitan dengan konflik di Lebanon.

"Upacara penandatanganan resmi akan dilakukan pada Jumat, 19 Juni di Swiss," ujar PM Shehbaz pada Senin (15/6/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Demo Mahasiswa Amarah Brawijaya di DPRD Kota Malang Ricuh, Dipicu Bakar Bak
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Gubernur Sulsel Gerakkan Bantuan dan Solusi Identitas untuk Warga Lumpuh di Jeneponto
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Pilu Bocah Tak Sengaja Ditembak Mati Polisi Saat Kejar Perampok
• 23 jam laludetik.com
thumb
Intip Sederet Sentimen Pendongkrak IHSG: Buyback Himbara hingga Evaluasi MBG
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
PIHPS: Harga cabai rawit Rp75.750/kg, telur ayam Rp30.350/kg
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.