JAKARTA, KOMPAS.com - Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe menjadi prajurit TNI pertama yang menyelesaikan pendidikan di Royal Jordanian National Defence College (RJNDC) Yordania, lembaga pendidikan setingkat Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di negara tersebut.
“Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, S.I.P., M.Si., menjadi prajurit TNI pertama yang berhasil menyelesaikan pendidikan di Royal Jordanian National Defence College (RJNDC) Yordania, sekaligus meraih gelar Master in Management and Strategic Studies dengan hasil pendidikan kategori excellent,” bunyi keterangan resmi TNI AD, dikutip Selasa (16/6/2026).
Prosesi wisuda dan penutupan pendidikan RJNDC Angkatan ke-23 Tahun Akademik 2025–2026 digelar di Amman, Yordania, Senin (15/6/2026).
Acara tersebut dipimpin Pangeran Faisal bin Al Hussein, adik Raja Yordania Abdullah II, serta dihadiri sejumlah pejabat Yordania dan perwakilan negara sahabat, termasuk Duta Besar RI untuk Yordania dan Palestina Ade Padmo Sarwono.
Baca juga: Mahfud MD Sebut TNI hingga Kejaksaan Juga Perlu Direformasi
RJNDC, yang sebelumnya bernama Royal Jordanian War College (RJWC), merupakan lembaga pendidikan yang menyiapkan calon pemimpin sipil dan militer pada tingkat strategis nasional.
Pendidikan Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe berlangsung selama hampir satu tahun, sejak 29 Juni 2025 hingga 15 Juni 2026.
Pada tahun akademik 2025–2026, RJNDC diikuti 146 peserta yang terdiri dari 76 peserta asal Yordania dan 70 peserta internasional dari 13 negara, yakni Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Oman, Mesir, Indonesia, Bahrain, Maroko, Pakistan, Amerika Serikat, Jerman, Nigeria, dan Tanzania.
Selain mengikuti program utama RJNDC, Achmad Fikri juga mengambil program magister yang hanya diikuti sekitar 70 peserta.
“Orang yang mengambil program akademik tersebut dan berhak memperoleh gelar Master in Management and Strategic Studies,” bunyi siaran pers.
Ia juga meraih Postgraduate Diploma in National Resource Management and Military Sciences atau Diploma Pascasarjana Manajemen Sumber Daya Nasional dan Ilmu Militer.
Baca juga: Mahfud MD: Cukup Ubah Satu Pasal agar Prajurit TNI Diadili di Peradilan Umum
“Keberhasilan Kolonel Achmad Fikri menuntaskan pendidikan tersebut sekaligus menjadi tonggak sejarah bagi TNI, karena untuk pertama kalinya seorang prajurit TNI mengikuti dan menyelesaikan pendidikan di RJNDC Yordania,” imbuh keterangan.
Selama menempuh pendidikan, peserta mempelajari berbagai isu strategis, mulai dari keamanan nasional, geopolitik, geostrategi, hubungan internasional, hingga manajemen sumber daya nasional dan proses pengambilan keputusan strategis.
Menurut TNI AD, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan personel serta mendukung pengembangan kerja sama pertahanan internasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




