Jakarta (ANTARA) - Meta menghadirkan fitur kecerdasan artifisial (AI) anyar yang dikenalkan sebagai "Mode AI", sebuah cara baru untuk mencari informasi di Facebook mengandalkan Meta AI berbasis data dari unggahan-unggahan yang ada di platform milik Meta, termasuk Reels.
"Mode AI" ini memungkinkan penggunanya untuk mengajukan pertanyaan dalam bahasa sederhana dan nantinya jawaban bakal diberikan berdasarkan hal-hal yang sedang dibicarakan orang. Dilaporkan TechCrunch, Senin (15/6), kehadiran fitur itu menyusul perilisan platform bernama Forum yang diam-diam dilakukan Meta pada Mei 2026.
Forum muncul sebagai aplikasi bergaya seperti forum diskusi Reddit, namun, dilengkapi dengan fitur "Ask" yang berbasis AI. Fitur tersebut memungkinkan penggunanya dapat mengajukan pertanyaan dan mendapatkan jawaban yang diambil dari diskusi yang terjadi di seluruh Grup Facebook.
Baca juga: Usai akuisisi, Meta putus akses dari sistem internal startup Manus
Baik "Mode AI" yang baru dikenalkan, maupun fitur "Ask" yang ada di platform Forum menimbulkan keraguan mengenai keakuratan data dan informasi yang ditawarkan Meta.
Sebab, AI merangkum konten dari pengguna biasa dan bukan dari sumber terverifikasi. Ada juga risiko informasi yang dibagikan pengguna biasa ini sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini dan berpotensi menyesatkan.
Selain "Mode AI", Meta juga menghadirkan alat pengeditan yang baru di Facebook yang memberi penggunanya ruang eksperimen untuk potongan kolase dan efek transisi untuk montase videonya.
Ada juga fitur preset foto berbasis AI yang memberikan pengguna kemampuan mengubah tampilan di fotonya baik itu gaya rambut, pakaian, hingga aksesori.
Pembaruan-pembaruan ini dinilai menambah daftar fitur AI yang ditawarkan Meta dalam beberapa bulan terakhir.
Pada Februari, Meta mengenalkan fitur untuk pengguna berekspresi lewat gambar profil animasi yang menghidupkan foto statis.
Lalu pada Maret, Meta menghadirkan fitur AI ke Facebook Marketplace yang secara otomatis bisa membalas pesan pembeli atas nama penjual.
Baru-baru ini, Facebook juga mengenalkan asisten AI untuk kreator dan memberikan saran yang dipersonalisasi untuk meningkatkan aktivitas pembuatan konten semakin efisien.
Secara keseluruhan, fitur-fitur AI yang terus ditambah Meta bertujuan untuk membuat Facebook terlihat makin menarik, bermanfaat, dan bahkan menjadi salah cara perusahaan mendiversifikasi caranya menghasilkan uang.
Baca juga: Meta tawarkan paket langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp
Baca juga: Facebook dan Instagram kembali normal usai alami gangguan global
Baca juga: Cuitan pertama di Twitter ternyata telah berusia 20 tahun
"Mode AI" ini memungkinkan penggunanya untuk mengajukan pertanyaan dalam bahasa sederhana dan nantinya jawaban bakal diberikan berdasarkan hal-hal yang sedang dibicarakan orang. Dilaporkan TechCrunch, Senin (15/6), kehadiran fitur itu menyusul perilisan platform bernama Forum yang diam-diam dilakukan Meta pada Mei 2026.
Forum muncul sebagai aplikasi bergaya seperti forum diskusi Reddit, namun, dilengkapi dengan fitur "Ask" yang berbasis AI. Fitur tersebut memungkinkan penggunanya dapat mengajukan pertanyaan dan mendapatkan jawaban yang diambil dari diskusi yang terjadi di seluruh Grup Facebook.
Baca juga: Usai akuisisi, Meta putus akses dari sistem internal startup Manus
Baik "Mode AI" yang baru dikenalkan, maupun fitur "Ask" yang ada di platform Forum menimbulkan keraguan mengenai keakuratan data dan informasi yang ditawarkan Meta.
Sebab, AI merangkum konten dari pengguna biasa dan bukan dari sumber terverifikasi. Ada juga risiko informasi yang dibagikan pengguna biasa ini sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini dan berpotensi menyesatkan.
Selain "Mode AI", Meta juga menghadirkan alat pengeditan yang baru di Facebook yang memberi penggunanya ruang eksperimen untuk potongan kolase dan efek transisi untuk montase videonya.
Ada juga fitur preset foto berbasis AI yang memberikan pengguna kemampuan mengubah tampilan di fotonya baik itu gaya rambut, pakaian, hingga aksesori.
Pembaruan-pembaruan ini dinilai menambah daftar fitur AI yang ditawarkan Meta dalam beberapa bulan terakhir.
Pada Februari, Meta mengenalkan fitur untuk pengguna berekspresi lewat gambar profil animasi yang menghidupkan foto statis.
Lalu pada Maret, Meta menghadirkan fitur AI ke Facebook Marketplace yang secara otomatis bisa membalas pesan pembeli atas nama penjual.
Baru-baru ini, Facebook juga mengenalkan asisten AI untuk kreator dan memberikan saran yang dipersonalisasi untuk meningkatkan aktivitas pembuatan konten semakin efisien.
Secara keseluruhan, fitur-fitur AI yang terus ditambah Meta bertujuan untuk membuat Facebook terlihat makin menarik, bermanfaat, dan bahkan menjadi salah cara perusahaan mendiversifikasi caranya menghasilkan uang.
Baca juga: Meta tawarkan paket langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp
Baca juga: Facebook dan Instagram kembali normal usai alami gangguan global
Baca juga: Cuitan pertama di Twitter ternyata telah berusia 20 tahun





