WASHINGTON, KOMPAS.TV - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengeklaim pemerintah Iran sudah sepakat untuk menghancurkan cadangan uranium yang telah diperkaya.
Vance menyebut hal ini termuat dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang akan ditandatangani AS dan Iran pada Jumat (19/6/2026).
Sebagai bagian kesepakatan, dia juga menyatakan Iran sepakat untuk mengizinkan inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menginspeksi program nuklir Teheran.
"Salah satu inti dari kesepakatan ini adalah (IAEA) dan Amerika Serikat akan membantu Iran menghancurkan cadangan uranium yang telah diperkaya. Ini telah digariskan dengan sangat jelas (dalam MoU)," kata Vance, Senin (15/6/2026), dalam wawancara dengan NBC News.
Baca Juga: AS-Iran Teken Kesepakatan, Gedung Putih Sebut Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih karena Ranjau
Lebih lanjut, wakil Donald Trump itu menegaskan kesepakatan mengenai program nuklir Iran berbeda dengan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) yang ditandangani pada era kepresidenan Barack Obama.
Vance mengeklaim program nuklir Iran justru berkembang cepat di bawah payung JCPOA. AS keluar dari perjanjian tersebut pada periode pertama kepresidenan Donald Trump.
"Program nuklir Iran telah dihancurkan sepenuhnya, dan kami tegaskan (kepada Iran): buat komitmen jangka panjang untuk tidak membangun kembali (program nuklir) dan Anda akan merasakan manfaatnya," kata Vance.
Mengenai isi MoU AS-Iran, dia menyebut dokumen perjanjian baru akan dirilis setidaknya pada Jumat.
Dia mengatakan pihak-pihak terkait sedang membahas finalisasi MoU. Vance menyebut teknis implementasi MoU masih dibahas, tetapi ia mengeklaim konten kesepakatan telah disepakati kedua pihak.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : NBC News
- jd vance
- cadangan uranium iran
- program nuklir iran
- kesepakatan AS Iran
- Iran
- nuklir Iran





