JAKARTA, KOMPAS.com - Langkah kaki pengunjung yang baru saja melewati pemeriksaan tiket di Gambir Expo Gate F langsung disambut aroma manis khas dodol yang menguar dari sebuah stan di sisi kanan jalur masuk.
Di tengah ramainya gelaran Jakarta Fair Kemayoran 2026, stan bertajuk "Raja Dodol Betawi" menjadi salah satu daya tarik yang mencuri perhatian pengunjung sebelum memasuki area Kampoeng Betawi.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Selasa (16/6/2026), sejumlah pengunjung tampak berhenti untuk menyaksikan proses pembuatan Dodol Betawi secara langsung atau live cooking.
Baca juga: Viral, ART WNI Dianiaya di Malaysia, Pemerintah Diminta Beri Perlindungan Optimal
Di balik sebuah kawah atau kuali besar berbahan tembaga, seorang perajin dodol bernama Ucok (58) terlihat terus mengaduk adonan berwarna cokelat pekat menggunakan pengaduk kayu panjang.
Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Dodol, salah satu kuliner tradisional khas Betawi di Lebaran Betawi 2026, Sabtu (11/4/2026).
Gerakannya teratur dan nyaris tanpa henti agar adonan tidak gosong selama proses pemasakan.
Di bagian depan stan, berbagai varian dodol telah tersusun rapi dalam kemasan siap jual. Suasana khas Betawi semakin terasa berkat dekorasi boneka ondel-ondel mini yang menggantung di sekitar area penjualan.
Posisi stan yang berada tepat di jalur utama menuju gapura kuning bertuliskan "Selamat Datang di Kampoeng Betawi" membuat banyak pengunjung singgah, baik untuk membeli maupun sekadar melihat proses pembuatannya.
Ucok mengaku telah lama berkecimpung dalam usaha dodol Betawi. Meski baru pertama kali bertugas di stan Jakarta Fair tahun ini, ia sudah puluhan tahun menekuni pekerjaan tersebut.
"Kalau jualan dodol sudah lama, sekitar 30 tahun lebih," ujar Ucok saat ditemui.
Menurut dia, kehadiran stan dodol selalu mendapat respons positif dari pengunjung Jakarta Fair. Bahkan, dodol yang dibawa untuk dijual hampir selalu habis setiap harinya.
Baca juga: Jalan Berlubang di Flyover Rawa Buntu Ditambal Usai Sering Sebabkan Kecelakaan
"Selalu ramai. Ada yang beli buat dimakan sendiri, ada juga yang buat oleh-oleh dan dibawa ke tetangga," kata dia.
Ucok juga menuturkan bahwa jumlah pengunjung yang datang ke stannya terus meningkat seiring berjalannya acara.
"Makin banyak pengunjung. Grafiknya naik terus," ujarnya.
Tidak sedikit pengunjung yang tertarik mendekat karena penasaran melihat proses pembuatan dodol yang masih dilakukan secara tradisional.