Produsen makanan dan minuman dengan merek Inaco, PT Niramas Utama Tbk (JELI), bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema penawaran umum perdana saham (IPO).
Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru atau setara 25,93 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Dalam prospektus awal yang diterbitkan perusahaan, saham tersebut ditawarkan pada kisaran harga Rp 900 hingga Rp 1.120 per saham. Dengan rentang harga itu, Niramas Utama berpotensi meraup dana segar hingga Rp 392 miliar dari aksi korporasi ini.
Perseroan menjadwalkan masa penawaran awal berlangsung pada 15-22 Juni 2026, dilanjutkan dengan masa penawaran umum pada 1-3 Juli 2026. Adapun pencatatan saham perdana di BEI direncanakan berlangsung pada 7 Juli 2026.
Dana hasil IPO bakal digunakan untuk memperkuat ekspansi bisnis. Sekitar 51,04 persen dana bakal disuntikkan ke anak usaha PT NPS guna meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly.
Sementara 18,36 persen dialokasikan untuk belanja modal berupa pembelian mesin dan peralatan guna memperbesar kapasitas penyimpanan serta mempercepat proses logistik.
Selain itu, sekitar 10,63 persen dana IPO akan digunakan untuk membayar sebagian pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, sedangkan sisanya sekitar 19,97 persen dipakai sebagai modal kerja untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha.
Dari sisi kinerja, perusahaan membukukan penjualan sebesar Rp 753,05 miliar pada 2025 dengan laba bersih Rp 39,03 miliar. Angka itu melonjak dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang sebesar Rp 11,63 miliar.
Pasca IPO, pemegang saham pengendali PT Niramas Utama International akan terdilusi dari 99,8 persen menjadi sekitar 73,92 persen, sementara porsi kepemilikan publik mencapai 25,93 persen.





