Bisnis.com, JAKARTA — PT Sokonindo Automobile, agen pemegang merek (APM) DFSK bersiap meramaikan segmen plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) nasional melalui peluncuran model terbaru E5 Plus dalam waktu dekat.
Kehadiran sport utility vehicle (SUV) tersebut menambah daftar produsen asal Cina yang agresif menggarap pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia, khususnya pada segmen PHEV yang pertumbuhannya terus menunjukkan tren positif.
Director of Sales Center of Sokonindo Automobile Cin Hok Rifin mengatakan perusahaan optimistis DFSK E5 Plus mampu bersaing di tengah semakin banyaknya pilihan kendaraan PHEV yang telah lebih dahulu dipasarkan di Tanah Air.
Saat ini, sejumlah model PHEV asal Cina yang telah hadir di pasar domestik antara lain Chery Tiggo 8 CSH, Geely Starray, Wuling Eksion, hingga BYD M6 DM.
Menurut Cin, semakin banyaknya pemain yang masuk justru menjadi indikator bahwa pasar kendaraan hybrid plug-in di Indonesia mulai berkembang dan mendapat respons positif dari konsumen.
"Pasar PHEV yang semakin ramai justru menjadi sinyal positif bahwa segmen ini tumbuh," ujar Cin Hok Rifin kepada Bisnis, Selasa (16/6/2026).
Baca Juga
- DFSK E5 Plus Segera Diluncurkan di Indonesia, Intip Bocoran Spesifikasinya
- DFSK Siapkan E5 Plus Sebagai Amunisi di Pasar PHEV
- DFSK Usulkan Insentif Mobil Listrik 2026 Diberikan Langsung ke Konsumen
Untuk memperkuat daya saing produk, DFSK menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari ekspansi jaringan dealer dan pusat layanan purnajual, penyediaan skema pembiayaan yang kompetitif, hingga edukasi pasar mengenai keunggulan teknologi yang diusung E5 Plus.
Meski spesifikasi resmi untuk pasar Indonesia belum diumumkan, informasi yang tercantum pada laman resmi DFSK menunjukkan bahwa E5 Plus memiliki dimensi panjang 4.760 milimeter, lebar 1.865 milimeter, tinggi 1.710 milimeter, serta wheelbase 2.785 milimeter. Ukuran tersebut menempatkan kendaraan ini di segmen SUV menengah yang menyasar kebutuhan keluarga.
Dari sisi fungsionalitas, kendaraan tersebut menawarkan konfigurasi kabin 5+2 penumpang dengan kapasitas bagasi hingga 720 liter. Sejumlah fitur yang disematkan antara lain layar sentuh berukuran 15,6 inci, kamera 540 derajat, serta teknologi bantuan keselamatan pengemudi.
"Diferensiasi DFSK terletak pada kombinasi nilai produk, layanan purna jual, dan ekosistem yang kami bangun secara konsisten," jelasnya.
Sebagai penopang produksi, DFSK telah mengoperasikan fasilitas manufaktur di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten, yang memiliki kapasitas terpasang hingga 50.000 unit kendaraan per tahun.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi wholesales DFSK selama Januari-Mei 2026 tercatat sebanyak 471 unit, sedangkan penjualan ritel mencapai 507 unit pada periode yang sama.
Di sisi lain, pasar kendaraan PHEV nasional menunjukkan pertumbuhan yang sangat tinggi. Sepanjang Januari-Mei 2026, penjualan wholesales segmen tersebut mencapai 2.601 unit, melonjak 416% secara tahunan dibandingkan capaian 504 unit pada periode yang sama tahun lalu.





